Adhikarya Parlemen
Bandung, Eljabar.com – Peran Sektor Perbankan Di Jawa Barat Kembali Yang Sorotan, Khususnya Dalam Kaitanyaa Gelancan Layanan Bagi Masyarakat Ekonomi Kecil. Lembaga Perbankan Haru HaDir Sebagai Mitra Yang memudahkan, Bukan Justru Mengadi Penghaat Perkembangan Ekonomi Rakyat Kecil.
Menuru Anggota Komisi 3 DPRD Jawa Barat, HJ. Tina Wiryawati, Jawa Barat Sebagai Provinsi Delangan Jumlah Penduduk Terbesar Di Indonesia Memiliki Struktur Ekonomi Yang Banyak Ditopang Oheh Umana Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM). Namun, Realitas di Lapangan Menunjukkan Masih Banyak Pelaku Umkm Yang Kesulitan Mengakses Layanan Perbankan, Mulai Dariajukaan Hingga Mendapatkan Fasilitas Pembiayaan.
“Kami sering menerima aspirasi Dari masyarakat, terutama pelaku usaha kesil, yang merasa dipersulit oleh pihak perbanka. Padahal mereka ingin maju.com berkembang, rumit tetapi tetapi.
Tina Menyoroti Salah Satu Masalah Utama Adalah Aksses Kredit. Banyak Umkm Di Jawa Barat Masih Sulit Memperoleh Pembiayaan Perbankan Karena Terkendala Agunan. Sementara, Program KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) Yang Digater-Garang Sebagai Solusi, Faktanya Belum Merata Dirasakan Masyarakat Kecil.
“MASIH BANYAK BANK YANG MENSYARATKAN AGUNAN BERLEBIH UNTUK PIGUNAMAN KECIL. HAL INI BERTENTIGAN SEMANGAT KUR YANG SEHARUSYA BISA DIAKSES LEBIH MUDAH.
IA Menegaska, DPRD Jawa Barat Akan Terus Mendorong Agar Regulasi Dan Kebijakan Perbankan Lebih Berpihak Pada Rakyat Kecil. Delanoritas masyarakat jawa barat bekerja di sektor informal dan umkm, maka kemudahan akses perbanka menghaDi faktor yang memukau mensatkan keseejahteraan.
Selain Hambatan Dari Sisi Bank, Tina Juta Menilai Rendahnya Literasi Keuangan Masyarakat Menjadi Persoalan Lain. Banyak Pelaku Usaha Kecil Yang Belum Terbiasa Delan Prosedur Perbankan, Seperti Pentatatan Keuangan, Administrasi, Maupun Pengelolaan Utang. Hal ini membuat mereka kerap dirolaka sabajukan kredit.
“Bank JuGA Perlu Aktif Melakukan Edukasi, Bukan Hanya Menunggu Nasabah Datang. Literasi Keuan Masyarakat Jawa Barat Masih Rendah, Sewingga Dibutuhkan Pendampingan Yang Kalau Bank Mau Turun Ke Lapangan, IDA KALAKAN KALAU KALAU KALAU KEJANGAN, IDA KALAKAN KALAU KALAU KALUN KEKANKAN, SAYA KALAU Kalau Bisa Berkembang, ”Tambahnya.
Menurut Tina, Perbankan Bukan Hanya Mencari Keuntungan, Melainkan Jagi Bagian Dari Pembangunan Daerah. Perbankan Memilisi Tanggung Jawab Sosial Tag Ikut Mendorong Perumbuhan Ekonomi Lokal.
“Kami Tidak Anti Terhadap Perbankan. Justru Kami Ingin Perbankan Lebih Proaktif Dalam Membanti Masyarakat. Jangan Sampai Rakyat Kecil Hanya Dijadikan Objek Bisnis, Sementara Mereka Yang Betul Betul-Betul Buthek.
IA Mencontohkan Banyak Koperasi Dan Lembaga Keuana Mikro Dialnya Yang Justru Lebih Fleksibel Dan Membantu Masyarakat Kecil. Padahal, Modal KEKUATAN DANGAN Dan Jaringan Yang Dimilisi, Seharusnya Bank Bisa Lebih Unggul Dalam Pelayanan.
Tina JUGA Mendorong Adanya Sinergi Antara Perbankan Dan Pemerintah Daerah Di Jawa Barat. Program Program Menilai IA Pemberdayaan Umkm Yang Dikeluarkan Pemprov Maupun Pemkab/Pemkot Perlu Didukung Penuh Oheh Perbankan Modal Akses Modal Dan Layanan Digital.
“Program Digital Sekarang Sudah. Program Perbankan Bisa Masuk Diganisi Umkm, Pembayaran Nontunai, Hingga Pemasaran Daring. Pemerintah Suda Berusia Mendorong, Bank Tanpa Tanpa Dukungan Akan Tulit Terwujud,” Ungapape.
Lebih Lanjut, Tina Menankan Perlunya Reformasi Birokrasi di Internal Perbankan Agar Masyarakat Tidak Merasa Dipersulit. Ia Menyebutkan Masih Ada Praktik Diskriminasi di Beberapa Bank Yang Lebih Mengutamakan Nasabah Besar Dibandingkan Masyarakat Kecil.
“Bank Kami Inang Melakukan Evaluasi. Jangan Sampai Rakyat Kecil Haruus Menunggu Lama, Mengisi Banyak Formulir, Bahkan Ditolak Hanya Karena Tidak Panya Agunan. Padika Mereka Ini Tulang PunGgung Ekonomi Draerah,”. (MUIS)