BANDUNG, eljabar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya meningkatkan cakupan layanan air bersih bagi masyarakat. Saat ini, layanan air perpipaan di Kota Bandung baru menjangkau sekitar 38 persen kebutuhan warga, sehingga berbagai langkah strategi terus dilakukan untuk menambah pasokan udara baku.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah melanjutkan negosiasi investasi pembangunan jaringan pipa air baku dari Waduk Saguling dan Waduk Cirata menuju Kota Bandung. Proyek tersebut dirancang mampu menyuplai hingga 3.500 liter udara per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami sedang melanjutkan negosiasi investasi pembangunan pipa dari Saguling dan Cirata sebanyak 3.500 liter per detik ke Kota Bandung. Semua sudah siap, tetapi sampai hari ini kami belum mendapatkan persetujuan dari Indonesia Power,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/06/2026).
Menurut Farhan, pembahasan proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, terutama terkait ketersediaan air pada musim kemarau. Ketika debit air di kawasan pembangkit listrik berkurang, pasokan air baku ke Kota Bandung juga berpotensi terganggu sehingga diperlukan skema teknis yang matang bersama seluruh pihak terkait.
Selain menambah pasokan udara baku, Pemkot Bandung juga melakukan inovasi melalui uji coba penyaringan (Filterisasi) udara Sungai Cikapundung. Udara hasil pengolahan tersebut direncanakan dimanfaatkan untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti mandi, mencuci, dan aktivitas kebersihan lainnya.
Farhan menuturkan, pemerintah saat ini menargetkan peningkatan cakupan layanan udara perpipaan dari 38 persen menjadi 40 persen. Menurutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap karena Kota Bandung sudah tidak memiliki sumber air baku yang mencukupi dan masih bergantung pada pasokan dari wilayah lain. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga terus menekan tingkat kehilangan air (non-revenue water), yang berhasil turun darinya 40 persen menjadi 37 persen melalui perbaikan jaringan serta kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan dukungan Pemerintah Jepang. *merah