SUMEDANG, elJabar.com — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melaksanakan panen padi dengan pola Tanam Benih Langsung (Tabela) di areal persawahan Panyindangan Girang, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Senin (6/4).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkenalkan metode budidaya padi yang lebih efisien bagi para petani.
Pola Tabela merupakan metode penanaman padi dengan menaburkan benih secara langsung tanpa melalui proses persemaian dan penanaman ulang. Cara ini dinilai berbeda dengan metode konvensional yang selama ini diterapkan petani, termasuk dalam tata cara budidaya hingga penggunaan pestisida.
“Dengan pola ini berbeda dengan yang selama ini ditandur. Ada perubahan tata cara pola tanam, termasuk dalam penggunaan pestisidanya,” ujar bupati.
Ia berharap penerapan pola Tabela mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, demplot yang saat ini diuji coba di lahan seluas 170 bata akan dijadikan bahan pengukuran dengan metode penanaman konvensional.
“Sekarang kita akan menghitung dari demplot 170 bata, berapa besar produktivitasnya dibandingkan penanaman konvensional. Mudah-mudahan ini berhasil dan jika berhasil akan menjadi role model serta dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga mengingatkan pentingnya antisipasi menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama dan kering.
“BMKG telah melansir bahwa kita akan mengalami El Nino, yakni kemarau yang lebih lama dan lebih kering. Untuk itu mari kita bersama-sama waspada dalam menghadapinya,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemerintah Daerah telah melaksanakan rapat koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimda, kelompok tani, gapoktan, UPTD, Dinas PUTR, Dinas Pertanian, Bapperida, hingga para camat, guna membahas kesiapan menghadapi fenomena tersebut.
“Kita telah membahas kesiapan menghadapi El Nino. Bagaimana caranya agar produktivitas pertanian tetap meningkat meskipun di tengah kondisi kemarau panjang,” ujarnya.
Bupati menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino membutuhkan langkah konkret dan kerja keras. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperbanyak cadangan udara dengan memastikan embung-embung yang ada dalam kondisi baik.
“Kami sudah memerintahkan Dinas PUTR dan Dinas Pertanian untuk mencatat embung-embung yang masih ada agar dipastikan tidak rusak dan tidak bocor sehingga bisa menyimpan udara, dan ketika musim kemarau dapat dimanfaatkan,” terangnya.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga akan mempercepat perbaikan jaringan irigasi yang rusak, memperbaiki pintu-pintu udara, serta memastikan seluruh perlengkapan irigasi berfungsi optimal.
“Kemudian kami akan mempercepat pembangunan irigasi tahun ini. Saat ini pun sudah ada pembangunan puluhan irigasi. Saya sudah instruksikan PSDA Sumedang untuk segera merealisasikannya,” kata bupati.
Selain itu, bupati juga menelepon dinas pertanian untuk memeriksa kesiapan pompa-pompa air di Kabupaten Sumedang, terutama untuk pengambilan air dari sungai pada musim kemarau.
“Pastikan pompanya berfungsi dengan baik dan menyiapkan juga kebutuhan BBM-nya, sehingga ketika diperlukan bisa langsung dimanfaatkan oleh petani,” tutupnya. (iseng / bersenandung)