SUMEDANG, elJabar.com — Semangat pengembangan sektor peternakan menggema dalam pembukaan “Gebyar Ternak Padjadjaran: Expo dan Kontes Ternak Sapi 2026” di Lapangan Merah Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang kolaboratif antara ilmuwan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak dalam mendorong kemajuan peternakan di Jawa Barat.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila yang hadir mewakili Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.
Dalam berbagai hal, Wabup Fajar menekankan pentingnya sektor peternakan sebagai pilar utama ketahanan pangan, khususnya dalam penyediaan protein hewani.
“Antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi sinyal positif bahwa sektor peternakan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ini harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Dengan mengusung konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan investor, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media Gebyar Ternak Padjadjaran 2026 diharapkan mampu melahirkan inovasi serta mendorong peternak lokal menjadi pelaku utama dalam industri peternakan nasional.
“Peternak kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pemain utama yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tegas Fajar.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung peternak lokal, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan hasil peternakan lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi peluang besar bagi peternak untuk meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan.
“Kami sudah mendapat lampu hijau agar dapur-dapur MBG menggunakan bahan pangan dari petani dan peternak lokal. Ini kesempatan emas bagi peternak Sumedang,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Sumedang juga tengah mengkaji pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) guna memperkuat ekosistem peternakan sekaligus menjamin kualitas daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Sementara itu, Dekan Peternakan Unpad Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan kontes ternak merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak.
“Negara-negara maju rutin menggelar kontes seperti ini untuk memacu semangat peternak. Selain itu, ajang ini menjadi sarana evaluasi kualitas ternak sekaligus ruang interaksi antara peternak, pelajar, dan pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan hewan, seperti vaksinasi PMK dan LSD, guna memastikan keamanan dan kesehatan ternak yang mengikuti kontes.
Perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Balai Inseminasi Buatan Lembang turut mengapresiasi kegiatan ini. Mereka menyebut, kontes ternak dapat menjadi sarana menjaring bibit unggul nasional, termasuk untuk program bantuan sapi kurban dari pemerintah pusat.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai rangkaian seperti expo, bazar, talkshow, hingga kontes sapi berbagai kelas ini dinilai menjadi wadah edukasi sekaligus inovasi bagi dunia peternakan.
Selain itu, ajang ini juga membuka peluang sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri peternakan yang berdaya saing. (iseng / bersenandung)