SUKABUMI, eljabar.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi membentuk Tim Penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui Keputusan Wali Kota Sukabumi Nomor 100.3.3.3/Kep.51/Bappeda/2026. Pembentukan tim ini bertujuan memperkuat koordinasi sektor dalam menekan angka kemiskinan.
Upaya tersebut tentu saja untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kota Sukabumi pada tahun 2025 tercatat sebesar 8,19 persen. Angka tersebut masih berada di atas TPT Provinsi Jawa Barat sebesar 6,77 persen dan nasional yang berada di angka 4,9 persen.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat kelompok kerja sebagai bagian dari upaya sinkronisasi program penanganan pemadaman.
“Kami telah melaksanakan rapat kelompok kerja, sebagai bagian dari koordinasi dan sinkronisasi program penanganan pengangguran. Salah satunya dengan membentuk waktu penanganan TPT,” ujarnya, Kamis (02/04/2026)
Tim tersebut dibagi ke dalam enam kelompok kerja (Pokja) dengan fokus penanganan yang berbeda. Pokja 1 menangani peningkatan penempatan tenaga kerja dan akses pasar kerja. Pokja 2 fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, sementara Pokja 3 mendorong pengembangan kewirausahaan dan UMKM.
Adapun Pokja 4 hingga Pokja 6 masing-masing menggarap sektor investasi, perlindungan tenaga kerja, serta tata kelola data ketenagakerjaan.
Menurut Erni, rapat awal difokuskan pada penyusunan program kerja Pokja 1 yang dinilai menjadi garda terdepan dalam membuka peluang kerja.
“Pokja 1 memiliki peran penting, mulai dari mengidentifikasi potensi tenaga kerja, memperluas akses pasar kerja, hingga menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penanganan TPT,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap kelompok kerja memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan program, koordinasi lintas instansi, serta pelaporan perkembangan dan kendala di lapangan.
“Kami berharap dengan adanya tim ini, program menjadi lebih selaras, data dimanfaatkan lebih optimal, dan langkah-langkah strategi yang diambil mampu menurunkan TPT secara signifikan,” pungkas Erni. (Anne)