Sukabumi, Eljabar.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, Menegaskan Bahwa Seni Dan Budaya Memur Peran Strategis Dalam Memperuat Jati Diri, Serta Meningkatkan Daya Saing Daerah Di Teng Tahasnya Arus Digitalisi.
Pernyataan ini disampahananya, lokakarya saat membuka Budaya “Menggali Seni Tradisi Dan Ritual Betok” Yang Diselenggarakan Yayasan Kipahare, Di Aula Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Kami (18/09/09/202).
Acara Dihadiri Pelajar, Komunitas Budaya, Serta Perwakilan Dari Badan Pemerikssa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat.
“Seni Budaya Bukan Sekadar Warisan, Tapi Jaga Kekuatan Unkule Mengangkama Sukabumi. Di Era Digital, Kita Haru Membawa Budaya Lokal Tampil Di Ruang Publik Yang Kini Bergeser Ke Media Sosial,” Tegas Bobby.
Bobby Pun Menyoroti Fenomena Masyarakat Yang Ramah Secara Langsung, Namun Mudah Bersikap Keras Di Ruang Digital. Menurutnya, literasi digital menjadi kunci dalam Menghadapi tantangan global dan menjaga nilai-nilai Budaya lokal tetap relevan.
“Agama, Budaya, Dan Ilmu Haru Menjadi Karakster Kita. Media Gunakan Sosial untuk Menyebarkan Nilai Positif, Bukan Hanya Konsumsi Hiburan Ringger Ringan Atau Konten Kontroversial,” Ujarnya.
Bobby Rona Menyampaikan, Pentingnya Memanfaatkan Algoritma Digital Secara Bijak Agar Generasi Muda Tenjak Terjebak Dalam Zona Nyaman Dan Sempitnya Perspekektif.
“Kita Harus Keluar Dari Bias Algoritma. Jangan Hanya Melihat apa yang ingin Dilihat. Perluas pandangan, Promosikan Budaya Kita,” Pesan Bobby Kepada Peserta.
Bobby Rona Membuka Peluang Agar Kegiatan Serupa Dikolaborasikan Momen Momen Besar Seperti Hut Kota Sukabumi, Agar Dampaknya Lebih Luas Dan Berdampak Langsung Pada Penguatan Identitas Daerah.
Ketua Yayasan Kipahare, Irman Firmansyah, Menyampaikan, Bahwa Kegiatan ini Merupakan Bentuk Nyata Komitmen untuk Terus Menghidupkan Dan Mengenalkan Seni Tradisi Sukabumi Kepada Generasi Muda.
“Kami Ingin Warisan Budaya Seperti Betok Tidak Hanya Denang, Tapi Ragu Terus Hidup Dan Berkembang,” Singkatnya.
Workshop ini memperkenalkan Seni Tradisi Betok, Yang Denkenal Juta Sebagai Kuda Lumping Khas Sukabumi, Lengkap Pengganan Penggunaan Alat Musik Tradisi Sebagai Bagian Dari Pelestarian Kearifan Lokal. (Anne)