Adhikarya Parlemen
Bandung, Eljabar.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dihadapkan Pada Tantangan Ganda: Kebutuhan Pembiayaan Pembangunan Yang Meningkat Dan Ruang Fiskal Yang Perlu Dijaga Tetap Sehat.
Di tengah dinamika tersebut, Sekretaris Komisi 3 DPRD Jawa Barat, Heri Ukasah, menegaskan bahwa kunci keberlanjutan pembangunan terletak pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara sistematis, transparan, dan berkeadilan.
“Pad Yang Kuat Bukan Soal Menahkan Tarif Semata, Melainkan Menutup Kebocoran, Memperluas Basis Pukak, Dan Mengoptimalkan Aset Serta Bumd. Tiga Hal itu Haru Berjalan Paralel,” Ujar Heri Ukasah, Kepada Eljabar.
Menurut Heri, Langkah Pertama Yang Paling “Murah Namun Berdampak Besar” Adalah Menutup Ruang Kebocoran Pendapatan. IA Menankan Pentingnya Tata Kelola Penerimaan Yang Berbasis Data Dan Teknologi.
“Kita Perlu Manajemen Pendapatan End-to-End: Darifaran Wajib Pajuak, Penetapan, Penagihan, Hingga Pengawasan Dan Penindakan, Semuanya Digital Dan Real Time,” Kata Heri.
IA Mendorong Integrasi Sistem Antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Delanan Kepolisian, Perbankan, Dan Pelaku Usaaha, Data Sewingga Transaksi Yang Menjadi Obajek Pukat Dapat Terekam Otomatis.
“Data Kalau Lengkap, Potensi yang Melaporkan Bisa Ditekan. Ini Bukan Semata-Mata Penertiban, Tetapi Peyeimbangan Kewajiban Delangan Kemudahan Layanan.”
Audit Heri MUGA Menilai Kepatuhan Harus Diperkuat, Terutama Pada Sektor-Sektor Delangan Risiko Tinggi Seperti Pukak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan, Serta Pajak Bahan Bahan Dan Pajak Rokok.
“Audit Berbasis Risiko, Bukan Pemeriksaan Acak. Gunakan Data Analytics Twotuk Memetakan Anomali,” Tegasnya.
Strategi Kedua Adalah Memperluas Basis Pememakan. Heri Menggarisbawahi Bahwa Perumbuhan Ekonomi Jawa Barat Yang Pesat – Pusat Pusat, Perdagangan, Dan Ekonomi Kreatif – Penciptakan Banyak Wajib Pajak Baru Yang Perlu Difasilitasi Ucuuk Ucuuk Kei Sistem.
Kita Dorong Registrasi Massal Wajib Pajak Daerah, Terutama Pelaku Umkm Dan Sektor Ekonomi Digital. CARANYA BIukan MEMPERSULIT, tetpi Anggota Anggota, Kemudahan Pendaftaran, Tarif perkenalan (pengantar), “BundaNan, LaPiFANAN, TARKANAN PERKENAN (pengantar),” BundaNan, LaPaPARAN, TARKANAN PERKANANAN (pengantar), “BUNGICORAN BUNDANAN, TARGITA PERKANANAN (Pengenalan),” Pengantar) Bunchinan, “Pengantar),” Pengantar), Tarif Perkenalan (pengantar), “pengantar), Jelasnya.
IA Menilai Edukasi Dan Literasi Perpajakan Daerah Haru Ditingkatkan Melalui Kolaborasi Delangan Asosiasi Ulana, Kampus, Platform Serta Digital.
Dalam Kontek Regulasi Nasional, Heri Menilai yang memalukan unktikan Harmonisasi Peraturan Daerah.
“Kita Pastikan Pergub Dan Perda Update, Tidak Saling Tumpang Tindih, Dan Pro-Investasi. Kepastian Regulasi Itu Sendiri Adalah Insentif,” Katananya.
Heri Menyoroti Aset Daerah Yang Belum DiManfaatkan Optimal – Tanah, Bangunan, Hingan HaK Pengelolaan – Sumber Sumber Pad yang Sering Terabaan. Pemetaan Aset Hapius Selesai, Status Hukumnya Jelas, Lalu Pilih Skema Terbaik. SEWA JANGKA Panjang, Build-Operate-Transfer, ATAU Gabungan Pengembangan.
Kemudian Heri Mendorong Pembentukan Asset Management Unit Management Lintas Perangkat Daerah TutkeKpat Konsolidasi Data, Penilaan Nilai Waja, Dan Pemasaran Aset.
“Transparansi Adalah Kunci, Semua Proses Tender Dan Kerjasama Harus Terracable Dan Mudah Diawasi Publik,” Tambah Heri.
Sedangkan Terkait Bumd, Menurut Heri Ukasah, Bumd Merupakan Instrumen Strategis untuk mempertikuat pad Melalui dividen Yang Stabil. Namun Syaratnya, Bumd Harus cocok untuk tujuan dan Tenjak Terlalu Banyak Tugas Yang Menyimpang Dari Inti Bisnisnya.
Pertama, Tinjauan Portofolio: Mana Bumd Yang Core Dan Layak Ekspansi, Mana Yang Perlu Restrukturisi Atau Konsolidasi. Kedua, Tata Kelola Korporat yang Baik: Komisaris Dan Direksional Profesional Kinerja Jelasi, Bukan Sekadaris. Efisiensi, Dan Inovasi Layanan, ”Papar Heri.
BUMD HARUS BERPERAN DALAM PROYEK STRATEGIS Yang BERDAMPAK EKONOMI SEKALIGUS MENGASILKAN ARUS KAS: Pengelolaan Air Minum, Energi Terbarukan Skala Daerah, Kawasan Ekonomi, Dan Layanan KeUangan Yang Inklusif.
“Dividen Kita Ingin Yang Naik Kualitasnya, Bukan Hanya Sekali-Dua Kali Karena Windfall,” Pungkasnya. (MUIS)