SUMEDANG, elJabar.com — Inspektorat Daerah menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah Tahun 2025 di Ruang Rapat Bupati, Senin (27/10/2025).
Rakor dibuka Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir dan didampingi oleh Inspektur Daerah, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Sumedang.
Bupati Dony menegaskan, inspektorat tidak hanya sebatas pengawas tetapi bagaimana pengawasan bisa dimulai dari perencanaan.
“Saya ingin meneguhkan kembali inspektorat itu bisa mengubah paradigmanya tidak hanya pengawas atau pengawas, tapi dia adalah mitra strategis bagi OPD atau pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, inspektorat juga harus menjadi penasehat yang terpercaya.
“Oleh karena itulah kompetensi inspektorat harus lebih tinggi dari yang diberikan nasehat. Jadi silahkan OPD berkonsultasi dengan inspektorat meminta nasehat dan Arah,” kata Bupati Dony.
Selain itu, sambung bupati, inspektorat sebagai penjamin mutu. “Bahwa setiap proses perencanaan pun sampai dengan pelaksanaannya dipastikan harus berkualitas. Jadi inspektorat sebagai pengawas, sebagai mitra strategis, sebagai penasihat terpercaya, dan sebagai jaminan kualitas harus benar-benar melekat pada pikiran inspektorat, itulah fungsinya inspektorat,” katanya.
Bupati menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya ada pada inspektorat, tetapi ada pada setiap OPD.
“Setiap OPD mempunyai Sistem Pengawasan Internal (SPI), variabel SPI menjadi variabel ketika BPK melakukan pemeriksaan. Kepala OPD harus bisa menjadi pemimpin yang mengarahkan SPI di internalnya berjalan dengan baik, sehingga pembangunan akan berjalan dengan baik. berkualitas, berhasil guna, dan berdaya guna, karena pengawasannya berlapis,” tuturnya.
Bupati juga mengintruksikan seluruh kepala OPD turun ke lapangan untuk memeriksa kegiatan yang ada pada dinas tersebut.
“Para Kadis cek ricek ke lapangan, turun langsung ke lapangan. Pastikan semua pembangunan bagus kualitasnya, jadi intensitas turun ke lapangan lebih diperbanyak lagi, terutama memonitor hasil pembangunan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujudnya kesamaan persepsi dan langkah-langkah strategis dalam mendorong terwujudnya pemerintahan daerah yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kami berharap hasil rakor ini dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan korupsi di daerah,” kata Bupati Dony. (iseng / bersenandung)