SUMEDANG, elJabar.com — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir memaparkan sejumlah inovasi digital yang tengah dikembangkan dan dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang kepada Komisaris Utama PLN Dr. HC. Burhanuddin Abdullah, MA, di Command Center Sumedang, Jumat (21/11/2025).
Dalam pemaparannya, Dony menjelaskan bahwa Sumedang saat ini tengah mendorong transformasi digital melalui beberapa aplikasi unggulan yang fokus pada peningkatan kecepatan layanan, transparansi, dan keterhubungan antar-instansi, salah satunya WAKEPO.
“Kami mengawali pemanfaatan digitalisasi ini dengan visi misi kami, berdasarakan persoalan yang ada di Sumedang. Prioritas program pertama kami yaitu reformasi, alasan kami menjadikan reformasi birokrasi sebagai program pertama, karena Sumedang ini dulunya bekas kerajaan, yang mana dari persfektif budaya menganut sistem patron-klien, jadi jika patronya di reform dan menginspirasi, maka kliennya akan ikut berpartisipasi karena kepercayaan pada pemimpinnya,” katanya.
Dikatakan bupati, pemerintah daerah Sumedang mulai melakukan 8 perubahan kawasan, mulai dari mengubah budaya dilayani menjadi melayani, mengubah budaya manual menjadi digital, mengubah zona nyaman menjadi zona kompetitif, dan budaya bisnis seperti biasa menjadi inovatif.
“Dan untuk mempermudah urusan rakyat maka kami mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan perangkat, jaringan, dan aplikasi. Alhamdulillah dengan penggunaan ini, angka kemiskinan, stunting, dan kemiskinan mengalami penurunan,” tuturnya.
Bupati juga menyebutkan terkait dengan pemanfaatan Command Center yang dijadikan big data oleh pemerintah daerah Sumedang.
“Command Center merupakan big data kami, sebagai referensi kami untuk mengambil kebijakan dalam membuat keputusan. Karena kami menganut prinsip good data, good Decision dan good result. Jadi setiap keputusan harus best on data, dan setiap orang di seluruh dunia melihat data kami, karena di dalamnya ada transparansi. Semua ini bisa dilihat melalui layanan digital WA yang kami beri nama WAKEP di nomor 0811 2220 2220,” terangnya.
Sementara itu Komisaris Utama PLN Dr. HC. Burhanuddin Abdullah, MA, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi tersebut. Ia menyatakan bahwa transformasi digital yang dilakukan Pemda Sumedang sejalan dengan fokus PLN dalam memperkuat sistem pelayanan berbasis teknologi dan smart system.
“Ini hal yang baru bagi saya, meskipun diberbagai tempat dan berbagai kesempatan sering mendapatkan pemaparan, tapi dari tingkat kabupaten, Kabupaten Sumedang baru yang membuat saya salut,” ucapnya.
Dikatakannya, Kabupaten Sumedang hanya tinggal membuat angka informasi atau kebijakan yang akan diambil dilaksanakan dalam satu tatanan masyarakat industri.
“Masyarakat industri itu artinya masyarakat yang rajin bukan diartikan pabrik. Jika masyarakatnya tidak rajin, maka produktifitasnya pasti akan tetap rendah. Jadi masalahnya bagaimana kita mengajak masyarakat agar rajin. Berbagai aplikasi di Sumedang bisa menjadi alat yang power full untuk mendorong masyarakat jadi rajin,” tuturnya. (iseng / bersenandung)