SUMENEP, Eljabar.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mulai menyusun langkah-langkah strategi untuk efisiensi energi di sektor pendidikan, sebagai tanggapan atas analisa geopolitik global yang berdampak pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh. Ikhsan, mengungkapkan bahwa pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah terkait pusat penghematan energi. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam program “Sumenep Menyapa” di RRI Sumenep, Rabu (7/4/2026).
Salah satu kebijakan yang tengah ditetapkan penerapan adalah hari Jumat sebagai hari tanpa kendaraan bermotor bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendidik yang memiliki jarak tempuh kurang dari 5 kilometer ke tempat kerja.
“Apapun kebijakan yang ditetapkan pemerintah akan kami siapkan, termasuk upaya efisiensi BBM melalui kebiasaan berjalan kaki atau bersepeda,” ujar Ikhsan.
Selain itu, Disdik Sumenep juga tengah mengkaji penerapan pembelajaran berani serta skema bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sebagai alternatif untuk menekan penggunaan energi. Menurut Ikhsan, sistem pembelajaran dare menawarkan waktu kecil dan akses materi yang lebih luas, meskipun diakui masih kendala menghadapi infrastruktur digital, khususnya di wilayah kepulauan.
Untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga, Disdik akan menurunkan tim pengawas untuk memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik secara luring maupun bold. Koordinasi dengan kepala sekolah serta komunitas guru juga terus diperkuat agar kebijakan ini berjalan optimal.
“Kami harus siap menjalankan proses belajar mengajar dalam berbagai skema, baik tatap muka maupun bold, sehingga keputusan pemerintah dapat langsung diimplementasikan,” tegasnya.
Namun demikian, Ikhsan mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran berani. Menurutnya, kedisiplinan dan pengawasan dari orang tua menjadi kunci untuk mengatasi keterbatasan interaksi langsung antara guru dan siswa dalam sistem pembelajaran jarak jauh.(Ury)