KOTA SOLO, elJabar.com — Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Barisan Relawan Jalan Perubahan (DPP Bara JP) bertemu Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadinya, Jalan Kutai Utara No 01, Sumber, Solo, Jumat (13/2/2026).
Salah satu tujuan sowan tersebut untuk menyampaikan jika Bara JP mantap mendukung Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka 2 periode
Dalam pertemuan itu Ketua Umum Bara JP William Frans Ansanay tampak didampingi Waketum Yogie Try Wardhana, Ketua Harian Adli Abdulah, Sekjen Boy Nababan, Wasekjen Jonny Sirait dan lainnya.
“Tadi sekitar sejam lebih kami berdiskusi dengan pak Jokowi, ayahanda dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebenarnya kami sudah biasa ke sini untuk bertemu bapak. Kami rutin melakukan diskusi tentang bagaimana konsolidasi Bara JP. Konsolidasi Bara JP sesuai dengan beberapa tema yang sudah kami kemukakan saat bertemu bapak di sini,” ungkap Willem, kepada wartawan.
Namun hari ini, imbuhnya, fokus diskusi adalah tentang dukungan Prabowo-Gibran dua periode.
“Dalam diskusi tadi, kami juga menyimak Arah Bapak (Jokowi, red) agar Bara JP terus konsisten dengan perjuangan Prabowo-Gibran dua periode. Kami pun memastikan bahwa Bara JP mantap mendukung dua periode Prabowo-Gibran,” tegasnya.
Disinggung apakah ada pesan khusus dari Jokowi untuk Bara JP, Willem mengatakan, amanat Jokowi adalah agar mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dua periode.
“Amanat itu sebenarnya sudah sejak bulan September 2024 lalu. Dan Bara JP sampai sekarang konsisten mendukung,” ujar Willem.
Ia pun tidak menampik jika dalam perkembangannya, sejumlah partai juga telah menghadirkan figur wakil presiden untuk pendamping Prabowo. Namun tetap optimistis duet Prabowo-Gibran yang terbaik.
“Makanya dalam pertemuan hari ini, kami juga coba sampaikan bahwa bagi kami pemerintahan Prabowo Subianto adalah pemerintahan yang berminat,” katanya.
Menurut Willem, jika pemerintahan berganti pasangan di tengah jalan, maka cenderung tidak konsisten terhadap niat membangun bangsa secara baik.
“Pak Jokowi itu sudah meletakkan dasar. Ddasar pembangunan dalam teks Nawacita itu. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Prabowo dan Mas Gibran dengan Asta Cita dan program-program prioritas. Nah, kalau misalkan ini terganggu di tengah jalan, kita bisa membayangkan bagaimana pemerintah kita tidak akan melakukan kegiatan membangun masyarakat dengan baik,” ungkap Willem.
Willem juga menyampaikan bahwa dirinya orang Papua dan masyarakat Indonesia Timur, membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan sehingga pondasi-pondasi yang sudah diberikan oleh pemerintahan Jokowi dapat dipertahankan dan tidak harus diganti di tengah jalan.
“Itulah persepsi paradigma kami Bara JP. Mendukung apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi pemerintahan bahwa Prabowo-Mas Gibran itu dua periode,” katanya.
Willem pun mengatakan, apa yang disampaikan kepada Jokowi merupakan aspirasi dari masyarakat Indonesia, khususnya di berbagai wilayah sebagaimana penjaringan Bara JP melalui perwakilan di beberapa daerah.
“Jadi negara ini kalau mau dibangun tidak bisa memutuskan-putuskan kepemimpinannya 5 sekali. Pembangunan harus berlanjut sampai bagaimana menjawab bonus demografi bangsa memasuki tahun 2045,” terangnya.
Disinggung isu Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2029, Willem mengaku tidak khawatir dengan wacana tersebut.
“Itu kan wacananya partai pengusung. Silakan saja, itu hak. Kalau mereka seperti itu, nanti PKB bisa bilang juga, Prabowo sama cak Imin (Muhaimin Iskandar). Ada pengalaman pengalaman itu,” ujar Willem.
Ia menegaskan, Bara JP yang dulu memiliki kepanjangan Barisan Relawan Presiden Jokowi menghormati wacana tersebut.
“Itu hak setiap pihak. Kami enggak khawatir, karena apa yang kami sampaikan ini berdasarkan fakta-fakta yang terjadi,” ujar Willem.
Gibran Masih Jadi Magnet
Willem juga meyakini jika nama Gibran Rakabuming Raka masih menjadi magnet di Pemilu 2029.
“Bara JP optimis dukungan akan mengerucut ke putra sulung pak Jokowi menjelang Pilpres 2029. Apalagi keberadaan pak Jokowi masih sangat berpengaruh,” ujarnya.
“Kami ingin menyampaikan kepada partai politik, bahwa efek pak Jokowi masih sangat tinggi di negara ini. Apalagi kami masyarakat Indonesia timur, Jokowi itu bagian dari kehidupan kami. Beliau melakukan sesuatu dengan datang,” katanya.
Willem menegaskan, keberlangsungan pemerintahan Prabowo-Gibran harus dijaga, agar pikiran-pikiran yang baik yang pernah disampaikan Jokowi diteruskan kepada Prabowo dan membawa bangsa Indonesia semakin maju.
“Sebab itu, kami optimis, 2029 mas Gibran akan menjadi rebutan sebagai kandidat wakil presiden. Dan kami optimis masih bisa bersama pak Prabowo,” tandas Willem. ***