SUMEDANG, elJabar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang resmi memulai pembangunan Puskesmas Cimanggung yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir di Jalan Parakanmuncang Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Senin (15/6/2026).
Pembangunan puskesmas baru tersebut menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat Cimanggung yang selama bertahun-tahun menginginkan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih representatif.
Puskesmas Cimanggung yang ada saat ini dinilai sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan pelayanan karena keterbatasan lahan, lokasi yang berada di depan pasar serta minimnya area parkir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dikdik Sadikin dalam laporannya menyampaikan, Puskesmas Cimanggung melayani sekitar 60 ribu penduduk sehingga membutuhkan fasilitas yang lebih memadai.
“Keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya jumlah penduduk, perkembangan wilayah serta tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Puskesmas yang ada saat ini sudah tidak memenuhi persyaratan, sehingga pembangunan puskesmas baru menjadi kebutuhan yang mendesak,” ujarnya.
Dikdik menjelaskan, puskesmas baru akan dibangun dua lantai dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi di atas lahan seluas 2.700 meter persegi yang telah disiapkan pemerintah daerah. Untuk tahap pertama, pembangunan menelan anggaran lebih dari Rp4,5 miliar.
“Harapan masyarakat agar Puskesmas Cimanggung memiliki layanan rawat inap belum dapat direalisasikan tahun ini. Namun kami berharap pembangunan tahap kedua dapat berlanjut pada tahun depan sehingga fasilitas rawat inap bisa terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan pembangunan Puskesmas Cimanggung merupakan bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan pelayanan kesehatan primer.
“Ini adalah sejarah dan warisan bagi masyarakat Cimanggung. Puskesmas merupakan garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu fasilitasnya harus representatif agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” kata Dony.
Menurutnya, keberadaan puskesmas sangat penting karena menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, balita, generasi muda hingga lanjut usia.
“Di puskesmas inilah ibu hamil dilayani, bayi mendapatkan awal kesehatan yang baik, anak-anak mendapat pelayanan terbaik dan para lansia mendapatkan perhatian. Oleh karena itu puskesmas harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan berkualitas,” tuturnya.
Bupati menekankan agar pembangunan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan aturan yang berlaku sehingga menghasilkan bangunan yang kokoh, aman dan tahan lama.
“Saya titip kepada pelaksana agar pembangunan ini sukses berkualitas, sukses administrasi dan tidak menyisakan masalah. Bangunan yang berkualitas akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh unsur Forkopimcam dan masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan lancar tanpa hambatan.
“Ini adalah harapan masyarakat Cimanggung. Tidak boleh ada yang mengganggu proses pembangunan ini. Mari kita jaga dan sukseskan bersama karena ini kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain kualitas bangunan, Bupati Dony juga menegaskan peningkatan pelayanan harus menjadi prioritas setelah puskesmas baru selesai dibangun. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan empati, kasih sayang dan senyum kepada masyarakat.
“Melayani masyarakat tidak cukup dengan pemeriksaan dan obat-obatan. Obat pertama bagi pasien adalah pelayanan yang baik, senyum, kasih sayang dan empati. Layani masyarakat dengan hati,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas akses pelayanan kesehatan dengan target pembangunan minimal satu puskesmas baru setiap tahun.
Ia berharap pembangunan Puskesmas Cimanggung dapat diselesaikan tepat waktu pada 5 Desember 2026 dan dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas rawat inap pada tahun berikutnya.
Bupati juga menitipkan kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan sarana pendukung keselamatan lalu lintas di sekitar puskesmas, seperti lampu peringatan, marka jalan, zebra cross dan lampu penerangan jalan.
“Saya mohon Dishub menyiapkan fasilitas keselamatan lalu lintas agar keberadaan puskesmas ini tidak menimbulkan kemacetan baru dan masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan dengan aman dan nyaman,” tutupnya. (iseng / bersenandung)