SUMEDANG, elJabar.com — Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila membuka sosialisasi Gerakan Peduli Pekerja Informal Melalui BPJS Ketenagakerjaan yang dilaksanakan di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (13/7/2026).
Gerakan tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terkait surat edaran Bupati Sumedang nomor 64 tahun 2026 tentang ASN peduli pekerja rentan.
Berdasarkan regulasi tersebut dan nilai-nilai inti ASN BerAKHLAK diinisiasi program ASN Berdampak, 1 ASN peduli 1 pekerja rentan, dimana setiap ASN diwajibkan atau diimbau menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membiayai iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi satu pekerja rentan di lingkungan sekitarnya.
Dalam berbagai hal, wakil bupati mengatakan, gerakan tersebut menunjukkan bahwa negara harus hadir, dan peran sebagai ASN diuji. Maka, menurut Wakil Bupati, melalui gerakan ASN Berdampak, 1 ASN peduli 1 pekerja rentan, harus dipastikan bahwa kebijakan yang dilahirkan benar-benar membumi, yaitu kadeuleu, karampa, karasa.
“Terlihat jelas siapa yang kita bantu, disentuh langsung oleh sistem yang kita bangun, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Inilah wajah pembangunan yang sesungguhnya, pembangunan yang menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Bupati menyebutkan, saat ini pemerintah sudah mengoptimalkan APBD Kabupaten Sumedang untuk melindungi 6.199 pekerja sektor tembakau melalui DBHCHT.
Selain itu Pemprov Jabar juga sudah meng-menutupi 27.926 pekerja informal di Sumedang. Ditambah kontribusi CSR perusahaan sebanyak 5000 pekerja, dan gerakan mandiri sebanyak 10.496 pekerja. Program perlindungan untuk RT/RW dan kader Posyandu yang juga sudah dijalankan dalam beberpa tahun ini.
“Namun kapasitas APBD kita tentunya sangat terbatas, sedangkan jumlah pekerja rentan kita masih sangat banyak. Kita memiliki kurang lebih 10.000 ASN di Kabupaten Sumedang. Jika instrumen gerakan ini berjalan, dimana 1 ASN melindungi minimal 1 pekerja rentan, maka tahun 2026 ini kita otomatis akan menyelamatkan 10.000 nyawa dan masa depan keluarga pekerja rentan di sekitar kita,” tuturnya.
Wakil Bupati juga mengungkapkan gerakan tersebut adalah bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar dalam menebarkan kemanfaatan.
“Ibu dan bapak para ASN harus menjadi penggerak. Pastikan seluruh ASN bergerak, dorong mereka untuk mendata dan mendaftarkan minimal satu orang di lingkungan terdekatnya, bisa asisten rumah tangga, sekuriti perumahan, pedagang mikro atau petugas kebersihan,” ungkapnya.
Di akhir Perayaannya, Wakil Bupati menuturkan ketika pemerintah mampu menggerakan kepedulian seluruh ASN, maka kekuatan gotong royong itulah yang akan menjadi solusi.
“Maka pada prinsipnya dari satu ASN, lahir satu perlindungan, dari satu perlindungan lahir rasa tenang bagi satu keluarga, dan dari ribuan keluarga yang terlindungi, lahirlah Sumedang yang semakin kuat, sejahtera dan maju,” tutupnya. (iseng / bersenandung)