SUKABUMI, eljabar.com –– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah (FPD) tahun 2026 dengan tema “Transformasi Ekonomi melalui Penguatan SDM Ekonomi Kreatif dan Layanan Publik Digital”.
Agenda FPD tersebut mencakup Wali Kota Suakbumi, H. Ayep Zaki, SE, MM, bertempat di Kantor BPKPD Kota Sukabumi, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi menekankan, pembangunan kota bertumpu pada tiga instrumen utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), investasi, dan pinjaman.
Ayep juga menekankan pentingnya nilai kejujuran, amanah, komitmen, dan konsistensi bagi seluruh perangkat daerah dan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah daerah,” ujar Ayep.
Ayep menambahkan, APBD Kota Sukabumi ditargetkan mencapai Rp1,4 triliun pada tahun 2026 dan meningkat menjadi Rp1,5 triliun pada tahun 2027.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi akan memperkuat sinergi dengan upaya pelaku melalui pendekatan persuasif dan silaturahmi, tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.
Ayep juga menekan, pajak daerah adalah titipan masyarakat yang harus dikelola secara transparan dan dikembalikan sepenuhnya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
“Saya mengajak, semua pihak bekerja sama, taat aturan, dan berkomitmen membangun Kota Sukabumi secara bersih, profesional, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPKPD Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggraeni, menyatakan, FPD menjadi ruang strategis untuk evaluasi sekaligus menyusun kebijakan berbasis masukan dari pemangku kepentingan.
“Pendekatan kolaboratif sangat penting, untuk mencegah pelestarian pendapatan daerah yang semakin kompleks,” tutupnya. (Anne)