Ciamis,eljabar.com — Brigjen TNI (Purn) Rubiono Prawiro melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan acara Harmoni Tanpa Batas dalam rangka HUT Ciamis ke-384. Ia menduga adanya pihak yang “menumpang” dalam kegiatan tersebut hingga membuat Yayasan Bakti Anak Negeri, yang disebut sebagai pendukung acara utama, terkesan dikesampingkan,Jumat (26/6/2026).
Acara yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, Lapas Kelas IIB Ciamis, dan Yayasan Bakti Anak Negeri itu menghadirkan sejumlah penampilan seni, termasuk musisi Charly Van Houten (VHT).
Menurut Rubiono, Yayasan Bakti Anak Negeri yang menjadi pihak pendukung utama kegiatan tersebut justru tidak mendapatkan penghargaan yang layak selama acara berlangsung. Ia menyoroti tidak adanya penyebutan nama yayasan oleh pihak event organizer maupun oleh artis yang tampil di panggung.
“Saya menyayangkan jika benar terjadi ketidakprofesionalan dalam pelaksanaan acara. Yayasan Bakti Anak Negeri yang menjadi sponsor dan pendukung kegiatan justru tidak disebutkan sama sekali. Bahkan saat penampilan Charly VHT, tidak ada ucapan terima kasih kepada pihak yang mengundang dan mendukung kegiatan tersebut,” ujar Rubiono.
Ia juga bertanya mengapa dalam penampilan tersebut justru muncul pembahasan mengenai Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, yang menurutnya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan pelatihan musik di Lapas Ciamis.
“Yang menjadi pertanyaan, mengapa perhatian justru lebih banyak ditanyakan kepada pihak lain. Padahal dukungan terhadap Pojok Musik Lapas Ciamis berasal dari Yayasan Bakti Anak Negeri,” katanya.
Rubiono menegaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2014, Yayasan Bakti Anak Negeri menjalankan berbagai program sosial dan pembinaan tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN. Seluruh pendanaan berasal dari kontribusi para pendiri yayasan, termasuk dari royalti karya lagu dan karya tulis.
Atas dasar itu, pihak yayasan memandang perlunya adanya penjelasan dari pihak terkait, termasuk Budi Kurnia maupun manajemen Charly VHT, mengenai berbagai hal yang berkembang pasca-acara tersebut.
“Kami berharap ada klarifikasi agar tidak muncul berbagai spekulasi di masyarakat. Kami hanya ingin mengetahui secara jelas duduk persoalannya,” ujar Rubiono.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bakti Anak Negeri, Ir. Yadi Mulyadi, mengaku sependapat dengan pandangan Rubiono. Ia menilai kontribusi yayasan dalam mendukung pelatihan musik di Lapas Ciamis seharusnya mendapat pengakuan yang proporsional.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap pelatihan kegiatan musik di Lapas Ciamis. Namun sangat bermakna jika kontribusi tersebut tidak pernah disampaikan kepada publik. Yang kami inginkan adalah apresiasi yang wajar terhadap seluruh pihak yang terlibat,” kata Yadi.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan yang didukung yayasan tidak menguntungkan untuk dimanfaatkan sebagai kepentingan politik maupun pencitraan pihak tertentu.
“Kami berharap kegiatan sosial dan pelatihan seperti ini tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan warga binaan, bukan menjadi ruang untuk kepentingan orang lain,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Budi Kurnia maupun manajemen Charly VHT terkait berbagai pernyataan yang disampaikan oleh pihak Yayasan Bakti Anak Negeri.