BANDUNGeljabar.com — Masyarakat Kota Bandung kini semakin mudah mengakses layanan kesehatan mental. Tanpa memerlukan surat rujukan, warga dapat langsung berkonsultasi dengan psikolog klinis di 12 puskesmas yang telah menyediakan layanan tersebut.
Psikolog Klinis Puskesmas Kota Bandung, Adelia Octavia Siswoyo, S.Psi., M.Psi., mengatakan masyarakat cukup datang langsung ke penyelenggara puskesmas atau menghubungi layanan hotline yang tersedia di beberapa puskesmas.
Hal itu disampaikan Adelia dalam Talkshow Sonata bertajuk Tak Hanya Sehat Fisik: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Bersama Psikolog Klinis di PuskesmasRabu (01/07/2026).
Menurutnya, layanan psikologi klinis saat ini tersedia di Puskesmas Salam, Puter, Ibrahim Adjie, Garuda, Kopo, Pasirkaliki, Babakan Sari, Cipamokolan, Sukarasa, Cibuntu, Padasuka, dan Cipadung.
“Semuanya bisa mendaftar langsung datang ke puskesmas. Memang ada beberapa puskesmas yang menyediakan hotline online karena jumlah pasiennya cukup banyak, tapi pada dasarnya masyarakat bisa langsung datang untuk mendapatkan layanan,” ujar Adelia.
Ia menjelaskan, layanan tersebut dapat diakses seluruh warga Kota Bandung menggunakan BPJS Kesehatan tanpa harus terdaftar di puskesmas yang sama. Sementara masyarakat umum cukup membayar retribusi sebesar Rp15.000 untuk mendapatkan layanan konsultasi.
Dengan biaya tersebut, masyarakat memperoleh sesi konsultasi selama 30 hingga 40 menit, lebih lama dibandingkan waktu konsultasi medis pada umumnya.
“Kalau umum hanya membayar retribusi Rp15 ribu saja. Dengan itu masyarakat bisa mendapatkan konsultasi sekitar 30 sampai 40 menit bersama psikolog,” katanya.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, psikolog di puskesmas juga akan membantu proses rujukan ke rumah sakit yang memiliki layanan kesehatan jiwa atau psikiater.
Menurut Adelia, layanan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan mental sejak dini sebelum masalah berkembang menjadi lebih berat.
Layanan psikologi di puskesmas beroperasi setiap Senin hingga Sabtu. Pada hari Senin-Kamis pelayanan berlangsung pukul 07.30-12.30 WIB, sedangkan hari Jumat dan Sabtu pukul 07.30-11.00 WIB.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung sekaligus dokter penyakit dalam, Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.PD., KHOM., MMRS., FINASIM., mengingatkan bahwa gangguan kesehatan mental sering kali memunculkan keluhan fisik atau psikosomatis.
Ia mencontohkan pasien yang berulang kali mengeluhkan nyeri lambung hingga menjalani pemeriksaan endoskopi, tetapi tidak ditemukan kelainan pada organ pencernaannya.
“Ternyata keluhannya lebih mengarah ke psikosomatis. Banyak kasus dispepsia atau gangguan lambung yang penyebabnya bukan kelainan organ, tetapi dipicu faktor psikologis,” jelasnya.
Menurut Agung, sekitar 60 persen kasus dispepsia merupakan dispepsia fungsional, yakni gangguan yang berkaitan dengan kondisi psikologis, bukan akibat kerusakan anatomi lambung.
Ia menambahkan, stres juga dapat memicu kambuhnya berbagai penyakit lain seperti GERD, sakit kepala, rinitis, hingga gangguan kulit karena mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
“Saat seseorang mengalami stres, sistem kekebalan tubuh ikut menurun. Akibatnya penyakit-penyakit yang memang memiliki kecenderungan kambuh bisa muncul kembali,” katanya.
Di sisi lain, Adelia mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya menangani pasien di puskesmas, masalah yang paling sering menjadi pemicu gangguan kesehatan mental adalah konflik dalam hubungan dengan orang lain.
Permasalahan tersebut dapat berasal dari keluarga, pasangan, lingkungan kerja, maupun pertemanan. Konflik yang tidak terselesaikan kerap memicu kecemasan, gangguan tidur, gangguan makan, hingga berbagai keluhan fisik.
“Kalau ditanya yang paling umum, kebanyakan berkaitan dengan hubungan. Konflik dengan keluarga, pasangan, teman, atau lingkungan kerja sangat sering menjadi pemicu gangguan psikologis,” mengungkapkannya.
Ia menegaskan, kecemasan merupakan respons yang normal. Namun, jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat sebaiknya segera mencari bantuan profesional.
Melalui layanan psikolog di puskesmas, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk berkonsultasi sejak dini karena kesehatan mental merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. *merah