BANDUNGeljabar.com — Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, meluncurkan inovasi SIBADAK (Sistem Data Bank Kelurahan) sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis data digital.
SIBADAK dirancang sebagai pusat pengelolaan data kelurahan yang terintegrasi sehingga mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran sistem ini menjawab berbagai tantangan pengelolaan data yang selama ini masih tersebar di berbagai media, memiliki format yang berbeda-beda, serta belum dimanfaatkan secara optimal dalam penyusunan program pembangunan.
Melalui satu platform terpadu, seluruh data kewilayahan dihimpun sehingga memudahkan proses pengumpulan, penyimpanan, pelestarian, hingga pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pelaksana Tugas Camat Bandung Kulon, Deni Setiabudi, menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus didasarkan pada data yang valid, bukan sekadar berasumsi. Menurutnya, SIBADAK menjadi fondasi penting dalam menyusun arah pembangunan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Semua kebijakan harus berbasis data.Dengan data yang lengkap hingga dengan nama oleh alamatprogram pembangunan bisa benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan intervensinya menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Deni saat peluncuran SIBADAK di Kelurahan Cigondewah Rahayu, Rabu (01/07/2026).
Ia mencontohkan, data yang akurat akan mempermudah pemerintah dalam menangani masalah stunting, kemiskinan, hingga menyusun program pembangunan di setiap RW.
Melalui pembaruan data secara berkala, pemerintah dapat mengetahui kondisi aktual masyarakat sekaligus menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Deni berharap inovasi tersebut tidak berhenti di Kelurahan Cigondewah Rahayu, namun dapat direplikasi oleh seluruh kelurahan di Kecamatan Bandung Kulon. Ia juga mendorong setiap kelurahan memiliki data bank digital yang dikelola secara berkelanjutan dengan sistem keamanan yang mumpuni agar informasi tetap terlindungi namun mudah diakses oleh pihak yang berwenang.
Sementara itu, Lurah Cigondewah Rahayu, Iwan Rohendi, mengatakan inovasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia optimistis SIBADAK akan memperkuat tertib administrasi sekaligus mempermudah penyediaan data ketika dibutuhkan oleh pemerintah maupun lembaga lainnya.
“Saya berharap inovasi ini bukan sekedar seremonial, tapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Ke depan, data di Kelurahan Cigondewah Rahayu dapat terintegrasi dengan baik dan menjadi contoh bagi wilayah lain,” katanya.
Iwan menambahkan, inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang pernah dikembangkannya kini telah diadopsi lebih luas di Kota Bandung. Hal tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dijalankan secara konsisten mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penggagas SIBADAK yang juga Sekretaris Kelurahan Cigondewah Rahayu, Lisma Apriliani, menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan akan sistem pengelolaan data yang lebih terstruktur. Selama ini, data kewilayahan memang tersedia di tingkat kota maupun kecamatan, namun belum seluruhnya terdokumentasi dengan baik di tingkat kelurahan.
Menurutnya, perkembangan pemerintahan digital menuntut setiap perangkat daerah memiliki data yang cepat, akurat, mutakhir, terpadu, serta mudah diakses ketika diperlukan.
Oleh karena itu, SIBADAK dirancang sebagai wadah pengelolaan data yang mendukung pelayanan publik sekaligus menjadi dasar penyusunan berbagai program pembangunan.
“Perkembangan berbasis digital menuntut setiap perangkat daerah untuk mampu menyediakan data yang cepat, akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Lisma.
Ia berharap implementasinya SIBADAK mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung serta seluruh kelurahan di Kecamatan Bandung Kulon, sehingga sistem tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain menghadirkan data yang terintegrasi, SIBADAK juga dilengkapi sistem keamanan lapisan, mekanisme pembaruan data secara berkala, serta pengelolaan yang melibatkan perangkat kelurahan, RW, RT, kader, hingga masyarakat untuk penyediaan publik tertentu.
“Berangkat dari kondisi pengelolaan data yang masih terpisah-pisah, saya membuat inovasi SIBADAK agar setiap kelurahan memiliki wadah data yang terintegrasi dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tuturnya. *merah