SUMEDANG, elJabar.com — Keberhasilan Kabupaten Sumedang dalam menerapkan tata kelola pemerintahan berbasis digital menarik perhatian Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Dalam rangka pembelajaran praktik terbaik Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Inspektur Jenderal pada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI Khairunas beserta jajaran berkunjung ke Kabupaten Sumedang dan diterima langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (18/6/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari dan mereplikasi tata kelola pemerintahan digital yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya dalam upaya mengukur dan mengawasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.
Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menerapkan tata kelola ASN berbasis digital melalui E-Office, dimana kinerja ASN diukur berdasarkan kehadiran, kinerja individu, dan kinerja organisasi. Pengukuran tersebut akan berdampak pada jumlah Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan poin kinerja ASN.
Bupati Dony menjelaskan, keberhasilan transformasi digital di Sumedang berawal dari pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi.
Kemudian, kebijakan desain yang dimiliki oleh seorang pemimpin harus bisa ditransformasikan oleh ahlinya.
“Pertama, kami melakukan reformasi birokrasi. Kuncinya, pimpinan harus terus melakukan monitoring terhadap tindak lanjut yang telah dibuat agar sejalan dengan kebijakan SPBE yang dijalankan,” ujarnya.
Transformasi digital, lanjut Bupati Dony, tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen komitmen dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan.
“Kami juga memanfaatkan perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam menentukan dan merumuskan kebijakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan.Kemudian dilakukan peningkatan kompetensi ASN melalui pelatihan dan pendidikan,” ujarnya.
Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Khairunas mengungkapkan bahwa sengaja datang ke Sumedang untuk menimba pengalaman karena tata kelola pemerintahan Sumedang dinilai telah berjalan dengan sangat baik.
“Kami hadir untuk menimba ilmu karena di Sumedang tata kelola pemerintahannya sudah sangat luar biasa,” ujarnya.
Khairunas menjelaskan, Kementerian Agama memiliki tantangan besar dalam melakukan pengawasan kinerja ASN karena membawahi 355.091 ASN yang tersebar di lebih dari 10 ribu titik wilayah kerja di seluruh Indonesia.
“Dengan jangkauan yang sangat luas tersebut, kami berupaya mencari cara agar Inspektorat Jenderal dapat menjaga kinerja ASN secara efektif. Kami juga ingin memastikan pemberian tunjangan kinerja benar-benar didasarkan pada pencapaian kinerja pegawai seperti yang telah dipraktikkan di Sumedang,” katanya.
Selain itu, Kementerian Agama juga tengah mendorong digitalisasi layanan internal agar pegawai dapat bekerja secara lebih fleksibel tanpa mengurangi akuntabilitas pelaksanaan tugas kedinasan.
“Kami juga ingin memudahkan pegawai dalam bekerja di mana saja dengan seluruh kegiatan kedinasan yang berbasis digital,” katanya.
Usai menyaksikan paparan yang disampaikan Bupati Dony, Khairunas menilai keterlibatan langsung kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan transformasi digital.
“Saya melihat bupati hadir secara langsung mengarahkan ASN untuk menjaga integritas. Ke depan, tim IT kami akan berkonsultasi lebih lanjut untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui praktik-praktik positif seperti yang diterapkan di Sumedang,” katanya. (iseng / bersenandung)