SUKABUMI, eljabar.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menargetkan peningkatan pembiayaan UMKM hingga Rp3 triliun guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melampaui capaian 5,32 persen. Target tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Sukabumi di Opproom Setda Kota Sukabumi, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Bobby Maulana, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, Sekretaris Daerah, Asda III, kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan 29 perbankan se-Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Ayep yang juga Ketua TPAKD menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tahun 2025 mencapai 5,32 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Namun, ia menegaskan pencapaian tersebut belum cukup.
“Kita harus mendorong lebih tinggi lagi. Pertumbuhan di atas 5,32 persen harus menjadi target bersama,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, dana simpanan masyarakat di perbankan Kota Sukabumi saat ini mencapai Rp10 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit (pinjaman) baru sekitar Rp5 triliun, dengan pembiayaan UMKM sebesar Rp1,5 triliun.
Pemkot menilai angka tersebut masih perlu dioptimalkan. Pemerintah menargetkan penyaluran kredit minimal setara dengan dana masyarakat, serta peningkatan pembiayaan UMKM menjadi Rp3 triliun.
“Intermediasi perbankan harus diperkuat agar dana yang dihimpun dapat kembali berputar ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan produktif,” tegasnya.
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2025–2026, Pemkot Sukabumi akan mengoptimalkan sejumlah instrumen, di antaranya peningkatan penyaluran kredit perbankan, peningkatan APBD, peningkatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, serta perluasan ekspor.
Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan naik dari Rp1,32 triliun menjadi Rp1,45 triliun melalui optimalisasi investasi dan peningkatan konsumsi.
Yap tekanan, sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan menjadi kunci percepatan akses keuangan dan penguatan ekonomi daerah.
“TPAKD harus menjadi motor penggerak agar akses keuangan semakin luas, khususnya bagi UMKM,” katanya.
Sebagai program jangka panjang, Pemkot juga mengandalkan skema pembiayaan Qordul Hasan yang ditargetkan menjangkau 31 ribu penerima.
“Program ini diharapkan mampu memperkuat permodalan usaha kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di Kota Sukabumi,” tutupnya. (Anne)