Ciamis,eljabar.com — Sukses besar launching album karya warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis menjadi perhatian publik dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Namun di balik kemeriahan dan keberhasilan acara tersebut, muncul sorotan tajam terhadap kinerja humas lapas yang dinilai tidak maksimal dalam mempublikasikan kegiatan bersejarah itu.
Program pelatihan berbasis seni yang digagas Lapas Ciamis disebut sebagai langkah progresif dalam membangun kreativitas serta mental positif warga binaan.
Ketua Umum Yayasan Bakti Anak Negeri, Ir. Yadi Mulyadi, menilai kegiatan tersebut layak diapresiasi karena menjadi bukti nyata keseriusan pihak lapas dalam melakukan pelatihan.
“Ini bukan kegiatan biasa. Ini sejarah baru dalam pelatihan warga binaan dan harus diapresiasi,” ujarnya.
Namun Yadi menyayangkan minimnya pemberitaan resmi di media sosial Lapas Ciamis. Menurutnya, keberhasilan besar tersebut seolah tenggelam tanpa dukungan publikasi yang memadai.
“Yang kami soroti, kenapa kegiatan sebesar ini tidak muncul di media sosial resmi lapas. Ini menimbulkan pertanyaan publik. Prestasinya besar, tapi publikasinya nyaris tidak terlihat,” tegasnya.
Ia menilai peran humas sangat penting dalam membangun lembaga citra positif, terutama ketika lapas berhasil menghadirkan program kreatif yang menyentuh sisi pelatihan manusia.
“Jangan sampai program bagus kehilangan gaung hanya karena lemahnya publikasi,” katanya.
Meski begitu, Yadi tetap memberikan penghargaan kepada Kalapas Ciamis dan seluruh jajaran yang dinilai berhasil menyelenggarakan acara secara sukses dan tertib.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Bakti Anak Negeri, Rama Pratama Putra. Ia mengaku akan meminta penjelasan terkait tidak adanya publikasi resmi kegiatan tersebut.
“Kami tentu akan mengambil langsung alasan tidak adanya pemberitaan resmi di media sosial lapas,” ujarnya.
Rama juga menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi pelatihan berbasis musik yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi lembaga masyarakat lainnya.