BANDUNG, eljabar.com – Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Robin, SH, MH, membuka kegiatan Pelatihan Pastri dan Tata Rias Wajah yang ikut bekerja sama dengan LPK Posters dan LPK Nur Amaliah di Hotel Posters, Kota Bandung, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses, sekaligus upaya meningkatkan keterampilan warga agar memiliki peluang usaha dan sumber pendapatan baru.
Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Bandung yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang kuliner dan tata rias. Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan sehingga peserta mampu menciptakan lapangan usaha secara mandiri.
Dalam berbagai hal, Asep Robin menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemampuan yang dimiliki seseorang dapat menjadi modal untuk memperoleh penghasilan sekaligus tambahan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Melalui pelatihan ini saya berharap peserta memperoleh keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan. Dengan memiliki kemampuan yang lebih, masyarakat akan memiliki nilai dan mampu menghasilkan produk maupun jasa yang memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan pastri dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan membuat berbagai jenis kue dan makanan olahan yang memiliki nilai jual. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru, baik melalui produksi rumahan, menerima pesanan, maupun memasarkan produk secara langsung maupun melalui platform digital.
Menurut Asep Robin, sektor kuliner merupakan salah satu bidang usaha yang memiliki prospek menjanjikan karena permintaan pasar terhadap produk makanan olahan terus meningkat. Oleh karena itu, keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan mampu menjadi bekal bagi peserta untuk memulai usaha secara mandiri.
Sementara itu, pelatihan tata rias wajah juga dinilai memiliki peluang ekonomi yang besar. Selain bermanfaat untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, kemampuan merias wajah dapat dikembangkan menjadi profesi yang memberikan penghasilan, seperti membuka jasa Make Up Artist (MUA), salon kecantikan rumahan, maupun layanan rias panggilan.
Asep Robin mendorong para peserta agar terus mengasah kemampuan setelah pelatihan selesai sehingga keterampilan yang dimiliki dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
“Kalau keterampilannya terus diasah, ibu-ibu bisa membuka usaha dari rumah. Tidak harus memiliki tempat usaha yang besar, tetapi bisa dimulai dari rumah dengan peralatan yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan akan terus menjadi perhatian DPRD Kota Bandung. Menurutnya, program-program peningkatan kapasitas masyarakat perlu mendapat dukungan anggaran agar dapat menjangkau lebih banyak warga dengan materi pelatihan yang semakin beragam dan berjenjang.
Komitmen tersebut, lanjut Asep Robin, merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan kompetensi, bukan hanya dengan bantuan jangka pendek, tetapi melalui pemberian bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain itu, ia membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menerima berbagai aspirasi terkait kebutuhan pelatihan, pengembangan usaha, maupun program pemberdayaan ekonomi lainnya agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
“Saya ingin tetap dekat dengan masyarakat memastikan dan program-program seperti ini terus berlanjut. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi langkah awal untuk membangun usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Asep Robin berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan produktif, mampu menciptakan peluang usaha sendiri, serta menjadi pelaku usaha baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Bandung.
Ia juga menegaskan bahwa pelatihan pastri dan tata rias wajah bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari investasi sumber daya manusia untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui keterampilan pastri dan tata rias wajah,” tutupnya. *merah