SUMEDANG, elJabar.com — Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumedang yang mengusung tema “Refleksi Bank Sumedang dalam Transformasi Menjadi Perseroda”, di Ruang Rapat Bupati, Kamis (20/2/2026).
Dalam berbagai hal, Bupati menegaskan bahwa RUPS bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperkuat arah kebijakan ke depan.
“Transformasi menjadi Perseroda adalah langkah besar dan visioner. Ini bukan hanya perubahan nomenklatur, tetapi perubahan paradigma dalam tata kelola, profesionalisme, dan daya saing. Kita ingin Bank Sumedang tumbuh sehat, kuat, dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” ujar Dony.
Menurutnya, perubahan bentuk badan hukum menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) memberikan ruang yang lebih luas bagi perusahaan untuk meningkatkan usaha, memperkuat struktur permodalan, serta mengoptimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan yang baik (good Corporate Governance), inovasi layanan berbasis digital, serta perluasan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan sektor produktif lainnya.
“Bank Sumedang harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama pelaku UMKM. Kita ingin transformasi ini berdampak nyata, tidak hanya pada kinerja keuangan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Bupati berharap, melalui refleksi dan evaluasi yang komprehensif, Bank Sumedang mampu mempercepat transformasi menjadi lembaga keuangan daerah yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Dengan terselenggaranya RUPS, diharapkan kinerja Bank Sumedang tahun yang akan datang akan lebih baik dengan pelayanan prima yang didukung profesionalisme dan integritas dalam mencapai keuntungan finansial dan kemanfaatan yang optimal,” ungkapnya.
Sementara itu Direktur Bank Sumedang Yanti Krisyana Dewi Menyebutkan Bank Sumedang merupakan BPR kegiatan usaha 3 (BPR KU III) dengan aset Rp.414.926 miliar dan modal inti Rp.94.991 miliar.
“Bank Sumedang menyetorkan PAD sebesar Rp10.826 miliar dan memilili satu kantor pusat, 6 kantor cabang, 6 kantor kas, dan memiliki 8 ATM, serta 1 kas keliling yang dikelola oleh 3 orang anggota dewan komisaris dan 2 orang anggota direksi,” ujarnya.
Yanti juga menuturkan bahwa Bank Sumedang selama ini telah berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi daerah salah satunya dengan memberikan kredit bersubsidi KURDA.
“Selain itu juga serta mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan program KEJAR (satu rekening pelajar) melalui Simpel (simpanan pelajar). Tidak hanya itu kami juga juga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menyalurkan dana tunjangan kinerja, penghasilan tetap, jasa pelayanan, dan sertifikasi PPPK,” simpulnya.
Dalam forum RUPS tersebut, turut dibahas bentuk badan hukum, pengesahan laporan kinerja keuangan tahun 2025, pengesahan penggunaan laba tahun 2025, pengesahan remunerasi dan penghargaan dan penunjukan KAP tahun 2026. (iseng / bersenandung)