Bandung, Eljabar.com – PT POS INDONESIA (POSIND) Berkomitmen Mendukung Tumbuhya Ekosistem Logistik Hinga Pelosok Desa Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ekosistem Logistik Tersebut Diharapkan Dapat Mendorong Biaya Logistik Yang Lebih Efisien.
Komitmen Tersebut Menencuat Webinar Bertajuk “Membangun Koperasi desa/Kelurahan merah putih melalui agen pos” yang yang di hampir rabu, 3 Agustus 2025.
Hadir Direktur Business Development & Portofolio Manajemen Pos Indonesia, Prasabri Pesti. Acara Berlangsung Secara Daring Melalui Zoom Dan DiIKuti Ratusan Peserta Dari Berbagai Daerah.
Menurut Prasabri Pesti, KDMP Merupakan Program Prioritas Pemerintah Yang Ditopang Oleh Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Presiden Menargetkan Berdirinya 80.000 Koperasi desa/Kelurahan Di Seluruh Indonesia. SAAT INI TELAH ADA SEKITAR 15.000 – 16.000 Koperasi desa Merah Putih.
“Pos Indonesia Akan Menganjil Peran Penting Dalam Ekosistem Kdmp, Khususnya Dalam Aspek Logistik. Agen Pos Menjadi Salah Satu Pintu Masuk Agar Koperasi Dapat Berfungsi Kantor Kantor Pos Dia atu Keluraha,” Kelurahan, ”.
Prasabri Menegaskan, Agen Pos di Kdmp Memiliki Fungsi Ganda. Pertama, Sebagai Titik Layanan Kurir Bagi Masyarakat Yang Ingin Mengarim Paket, Surat, Atau Dokumen. Kedua, Sebagai Mitra Aktif Yang Bisa Menjemput Bola, Membantu Umkm Setempat Dalam Mengirimkan Produk Ke Konsumen Maupun Marketplace.
“POS DENGAN MENJADI POS, KOPERASI OTOMATIS SUDAH MENJADI KANTOR POS. Masyarakat Bisa Kirim Barang, Beli Materai, Memberar Tagihan Listrik, Telepon, Hingga Layanan Keuyga, Semuanya bisa dilakal di KDMP,”.
Menurut Prasabri, POS Indonesia Membagi Implementasi Dukungan Logistik KDMP Dalam Tiga Tahap. Tahap Pertama Mencakup Penyediaan Konsultasi Logistik, Distribusi Barang, Pergudangan, Hingga Dukungan Penyaluran Bansos Dan Operasi Pasar. Agen pos menjadi bagian berpaling di fase ini karena langsung bersentuhan gangan kebutuhan masyarakat.
Tahap Kedua Akan Memperluas Peran KDMP KE Level Distribusi Sekunder, Termasuk Pengelolaan Transportasi Melalui Transport Management System (TMS) Dan Pengelolaan Pergudangan Delanhehouse Management System Management (WMS).
“Semua ini agar Koperasi Bisa Mengelola Logistik Secara Lebih Profesional, Efisien, Dan Terukur,” Jelas Prasabri.
Adapun tahap ketiga diarahkan untkaK Koperasi desa ke pasar yang lebih luas, Termasuk go global mel, integrasi platform penggangan pos aja umkm dan etokront etokront digital digital produk-produk unggulan desa.
Menurut Prasabri, Tantangan Logistik Masih Menjadi Hambatan Besar BABI BANYAK USAHA DI INDONESIA. Biaya Distribusi Yang Tinggi Kerap Membuat Haran Produk Tidak Kompetitif.
“Di Sinilah Pos Indonesia Hadir, Menjadi Mitra Sekaligus Konsultan Logistik Agar Koperasi Lebih Efisien Dalam Menjalankan Bisnisnya,” Ujarnya.
Webinar ini menjadi Pembuka Seri Webinar Rangkaian Yang Akan Akan Digelar Secara Berkala. SETIAP Sesi AKAN MEMBAHAS TEMA-TEMA STRATEGIS, Mulai Dari Pengelolaan Agen Pos, Pergudangan, Distribusi, Hingan Strategi Pemasaran Digital.
Delangan Dukungan Pos Indonesia, Koperasi Desa/Kelurahan Diharapkan Tenjak Hanya Hanya Hanya Wadah Simpan Pinjam Atau Penyalur Sembako, Tetapi Pusat Pusat Layanan Logistik Dengan Dengan Dengan 4.800 Kanta Posat.
“KDMP Adalah Gerakan Besar untuk Menghidupkan Kembali Koperasi Di Indonesia. Pos Indonesia Siap Mendampingi, Agar Koperasi Tidak Hanya Berlahan, Tetapi JUGA TUMBUH MOTOR PERGGERAK EKONOMI DESA BENDA YANG BERDADAY DAMAPRI.
Sementara Itu, Ragu Hadir Fajar Gustaman, Pengelola Agen Pos Yang Siksses Membangun Usaaha Dari Layanan Keagenan Delangan Omzet Hingga Rp400 Juta.
Dalam Kesempatan Itu, Fajar Turut Berbagi Kisa Suksesnya Sebagai Agen Pos. IA Menceritakan Bagaimana Layanan Kanggenan Mampu Anggota Pemasukan Signifikan Bagi Umana Yang Dikelolanya.
“Agen pos Bukan Sekadar Bisnis Jasa Kurir, Tapi Bisa Menjadi Penggerak Ekonomi Lokal. Potensi Pendapatan Yang Didapat Koperasi Ragi Sangan Sangan Menjanjikan,” Ungkap Fajar.
Selain Material Dari Pembicara, Webinar Ini BuGA Membuka Diskusi Interaktif. Para peserta Yangi Mencapai lebih Dari 600 org Itu dapat bertanya langsung tegait teknis pengelolaan agen pos, potensi pendapatan koperasi, model hingga Bisnis Yang Bisa Dikembangan Ke Depan.
POS Indonesia JUGA MEMGANDENG UNIVERSITAS LOGISTIK DAN BISNIS INTERNASIONAL (ULBI) Program Dalam INI. Kerja Sama Teharapkan Memperuat Aspek Akademis, Riset, Dan Pendampingan Dalam Pengembangan Logistik Di Kdmp. ***