SUKABUMI, eljabar.com — Harga daging ayam broiler di Kota Sukabumi kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pemantauan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskuindag) Kota Sukabumi, harga ayam broiler kini mencapai Rp37.000 per kilogram per 13 Juli 2026 setelah sebelumnya berada di kisaran Rp34.000 per kilogram pada awal Juli.
Kenaikan harga terjadi secara bertahap, yakni menjadi Rp35.000 per kilogram pada 9 Juli 2026 sebelum kembali naik menjadi Rp37.000 per kilogram empat hari kemudian. Pemerintah Kota Sukabumi menilai kenaikan tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan ayam dari peternak akibat belum memasuki masa panen.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M. Rifki, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah pasar menunjukkan pasokan ayam broiler menurun sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
“Dalam hasil pemantauan kami, harga daging ayam broiler mengalami dua kali kenaikan dalam waktu sepekan. Kondisi ini mempengaruhi berkurangnya pasokan dari peternak karena sebagian besar ayam belum memasuki masa panen. Kurangnya pasokan ke pasar menyebabkan harga di tingkat konsumen mengalami penyesuaian,” kata Rifki, Rabu (15/07/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara. Diskumindag menyiratkan harga akan kembali stabil setelah siklus produksi peternak kembali normal dan pasokan ke pasar meningkat.
“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan keterlambatan masa panen atau bobot ayam yang belum memenuhi standar panen. Apabila proses produksi berjalan normal, pasokan akan kembali meningkat sehingga harga di tingkat konsumen berpotensi turun secara bertahap,” ujarnya.
Selain membahas harga ayam broiler, Diskumindag juga mencatat adanya penurunan harga kacang kedelai impor. Komoditas tersebut turun dari Rp10.900 menjadi Rp10.650 per kilogram seiring penyesuaian harga dari distributor.
“Penurunan harga kedelai impor berasal dari tingkat distributor. Penyesuaian tersebut kemudian berdampak pada turunnya harga jual di tingkat konsumen,” jelas Rifki.
Sementara itu, harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) lainnya di Kota Sukabumi masih relatif stabil. Beras Ciherang Cianjur I dijual Rp14.800 per kilogram, Ciherang Cianjur II Rp14.400 per kilogram, beras medium lokal Rp13.000 per kilogram, bawang merah Jawa Rp50.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, telur ayam ras Rp25.000 per kilogram, dan gula pasir curah Rp18.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga kemasan di pasar modern tercatat Rp40.200 per dua liter, sedangkan minyak goreng di pasar tradisional dipasarkan Rp21.000 per liter.
Diskumindag memastikan stok bahan pokok di Kota Sukabumi masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemantauan harga dan distribusi dilakukan setiap hari untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran.
“Kami terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok setiap hari. Apabila terdapat indikasi gangguan pasokan maupun pemutaran harga yang tidak wajar, langkah antisipatif akan segera dilakukan agar ketersediaan barang tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” pungkas Rifki. (Anne)