SUMEDANG,– Jika di Kabupaten Bandung, tepatnya kawasan Punclut ada Angkringan Teh Ita, maka Kabupaten Sumedang memiliki kafe In Coffee.
Ya, kafe yang terletak di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan Sumedang itu bukan sekadar tempat nongkrong dan ngopi, namun juga mempunyai misi menggairahkan dunia hiburan baik lokal maupun nasional.
Owner atau pemilik In Coffee, Andriansyah mengatakan, selain fokus di dunia kuliner, In Coffee juga tengah menggarap menghiburMmasuk atau aktivitas yang dirancang untuk menghibur, memberikan kesenangan, dan relaksasi, baik secara pasif maupun aktif.
“Kafe memang identik dengan tempat nangkring, tapi In Coffee tidak mau monoton. Kami ingin merangkul masyarakat yang memiliki potensi untuk menyalurkan bakatnya di sini,” kata Andri, kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Lebih jauh Andri mengatakan, In Coffee dalam waktu dekat akan melangsungkan berbagai pagelaran, seperti wayang golek, lomba pasanggiri jaipong, lomba marawis dan lainnya.
“Alhamdulillah secara kunjungan bukan hanya pejabat pemerintahan, lembaga, maupun instansi lain lokal saja, yang datang ke In Coffee ini juga dari mancanegara seperti dari Austria, Jerman, Singapura, Cina, Jepang dan negara lainnya. Jadi kami ingin terus mengembangkan kafe ini. Insya Allah dua bulan ke depan akan ada penampilan dari sejumlah seniman,” papar Andri.
Lokasi In Coffee sendiri sangat strategis dengan ditopang akses gerbang Tol Pamulihan (Tol Cisumdawu), sehingga mudah dijangkau. Selain itu, menu makanan dan minumannya memiliki cita rasa khas. Bonus lainnya, In Coffee dianugerahi view alias pemandangan yang istimewa.
“Di sini pengunjung selain dimanjakan pemandangan lampu-lampu yang menghiasi malam hari atau pemandangan indah sore hari, penunjung juga bisa melihat langsung tiga gunung,” ujarnya.
Ikon Baru Kota Tahu
Dengan berbagai keunggulannya itu, In Coffee bisa dibilang menjadi salah satu ikon bahkan proyek percontohan wisata kuliner Kota Tahu Sumedang maupun Jawa Barat.
Tak hanya mengutamakan hidangan, In Coffee juga menyediakan fasilitas yang memadai serta area parkir yang luas, sehingga mampu menampung pengunjung dengan berbagai kendaraannya.
Kegiatan sosial
In Coffee juga terkenal dengan berbagai aksi sosialnya, seperti menyantuni anak yatim dan membantu masyarakat sekitar.
Selama bulan Ramadhan ini, In Coffee tehal melakukan berbagai kegiatan sosial. Selain buka bersama, juga dilakukan santunan bagi anak yatim serta menampung berbagai kalangan masyarakat yang ingin berkumpul di kefe.
Sekadar informasi, In Coffee dapat digunakan sebagai tempat berbagai kegiatan masyarakat, seperti resepsi pernikahan (wedding), nonton bareng (nobar), kopi darat komunitas (kopdar), sosialisasi program pemerintah, bimbingan teknis (bimtek) hingga berbagai pertemuan dan acara publik lainnya.
In Coffee juga berencana menggelar kegiatan bertajuk “In Coffee Walker”, yakni aktivitas jalan santai dengan rute di sekitar area kafe yang dapat diikuti semua kalangan, bahkan anak-anak usia 3 hingga 5 tahun.
Andri berharap dengan hadirnya konsep hiburan tersebut, In Coffee dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus destinasi wisata baru di Kabupaten Sumedang.
“Harapannya setelah hiburan berjalan, artis-artis terkenal juga mau datang dan tampil di sini,” katanya.
Andri Menyebutkan, untuk bulan April 2026, pengunjung yang berbelanja di atas Rp. 250 ribu bisa mendapatkan tumbler, belanja di atas Rp500 ribu mendapat hijab dan pembelanjaan diatas Rp750 ribu bisa meraih t-shirt atau kaos ekslusif.
“Sementara live musik yang kami adakan itu berbagai genre, seprti dangdut, pop, jazz hingga musik kearifan lokal. Harapannya, In Coffee bisa menjadi lebih lengkap dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” tandasnya. (boni)