Adhikarya Parlemen
Bandung, Eljabar.com – Pemerintah provinsi jawa barat menegaska komitmenny lulta mendorong pembangunan regional Yang Berkeadilan Di Tahun 2025. Legislator Satu Satu Yang Paling Vokal Menyuarakan Pemeratan Pemeratan Pemangunan Adalah Drs. H. Daddy Rohanady, Anggota Komisi 4 DPRD Jawa Barat.
Menurutnya, Pembangunan Yang Tidak Hanya Berpusat Di Wilayah Perkotaan Namun Ju.
Kesenjangan antarwilayah di Jawa Barat menurut Daddy Rohanadi, masih terasa jelas, terutama antara wilayah metropolitan seperti Bandung Raya dan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dengan wilayah Priangan Timur dan bagian utara Jabar seperti Indramayu dan Subang.
“Jangan Sampai Pembangunan Hanya Dinikmati Oheh Kawasan Yang Sudah Maju. Warak di Ciamis, Garut, Hingan Majalengka Bara Berhak Atas Infrastruktur Yang Memadai, Pendidikan Yang Berkualitas, Dan Layanan KeseHata Kudaaaha Kudaa Kudaa Kudaa Kudaa Kudaa, eljabar.com.
Ayah Rohanadi Menankan Pentingnya Pendekatan Pembangunan Yang Berbasis Kebutuhan Lokal. Menurutnya, Pendekatan Seragam (satu ukuran cocok untuk semua) Tidak Lagi Relevan, Mengingat Karaksteristik Tiap Daerah Yang Berbeda Secara Geografis, Ekonomi, Dan Sosial Budaya.
SALAH SATU STRATEGI Utama Yang Diusulkan Daddy Adalah Mempercepat Pembangunan Infrastruktur di Daerah Tertingans Dan Memperuat Konektivitas Antarwilayah. Menurutnya, Jalan-Jalan Penghubung Antar-Kabupaten, Jalur Kereta API Regional, Serta Akses Internet Di Daurang Pedesaan Perlu Menjadi Prioritas Utama.
“Pemerataan Bukan Hanya Soal Distribusi Dana, Tapi Juta Soal Aksses. Kalau Warage Di Pelosok Tida Bisa Terhubung Pusat Ekonomi, Mereka Tidak Puny Kesempatan Berkembang,” Katanya.
Daddy Rona Menyoroti Pentingnya Pembangunan Berbasis Potensi Lokal. Wilayah seperti pangandaran punya potensi pariwisata luar biasa, sementara daerah seperti cirebon dan Kuningan punya potensi pertanian dan industri kreatif Yang bisa diangkat. Pemerintah Daerah Haru Diberi Ruang Dan Dukungan PENUH UNTUK MENGIMKAN SEKTOR UNGGULAN MASING-MASING.
Dalam Kerangka Pembangunan Berkeadilan, Daddy Jaga Mendesak Agar Kewenangan Daerah Dalam Perencaan dan Pelaksaan Pembangunan Diperkuat. Menurutnya, Desentralisasi Tidak Hanya Soal Pembagian Anggara, Tapi Rona Soal Kepercayaan Kepada Pemerintah Daerah Dalam Mengelola Wilayahnya.
“Sering Kali, Pemerintah Daerah Tenjak Bisa Bergerak Karena Terlalu Banyak Regulasi Dari Pusat Atau Provinsi. Kita Butuh Pola Kemitraan, Bukan Hubungan Atasan-Bawahan,” Ayah Ujar Darah Tegas.
IA JUGA Mendorong Adanya Transparansi Dan Partisipasi Publik Dalam Perencaanan Pembangunan. Masyarakat Haru dilibatkan Sejak Awal, Program Agar Pembangunan Benar-Benar Menjagab Kebutuhan Nyata Warga.
Selain Intervensi Pemerintah, Daddy Jagi Mendorong Peran Sektor Swasta Dalam Mendukung Pembangunan Daerah. Namun Demikian, IA Menankan Bahwa Investasi Haru Dilakukan Secara Beretika Dan Berkelanjutan.
“Kita Haru Pastikan Investasi Masuk Tanpa MeruMak Lingkungan Dan Tanpa Menggusur Masyarakat Lokal. Pemerintah Hadi Jadi Penjaga Agar Pembangunan Tidak Malah menimbulkan ketimpangan barang barang,” Ujarnya.
HARAPAN BESAR BAHWA TAHUN 2025 INI, MOMENTUM MOMENTUM HDIKITAN PEMBANGUNAN DI JAWA BAHANG BENAR-BENAR INKLUSIF DAN ADIL. Slogan Pembangunan yang Berkeadilan Bukan Sekadar.
Komitmen Daman Dan Strategi Yang Jelas, Serta Kolaborasi Antara Pemerintah, Masyarakat, Dan Swasta, Harapan Itu Bukan Hal Yang Mustahil.
“Ini Adalah Amanat Konstitusi Dan Tanggung Jawab Kita Bersama. Kita Ingin Melihat Jawa Barat Maju, Tapi JagA Setara Dan Menyeluruh. Tahun 2025 BISA MIJADI Tonggak PENTING JAWA BARAT YANG LEBIH ADIL. (MUIS)