BANDUNG, eljabar.com — Asep Mulyadi memberikan apresiasi atas peluncuran layanan 12 Psikologi Klinis di UPTD Puskesmas Kota Bandung sebagai langkah progresif dalam memperkuat pelayanan kesehatan mental masyarakat.
Peluncuran layanan tersebut diadakan di Aula Dinas Kesehatan Kota Bandung, Selasa, 12 Mei 2026, dan menghadirkan sejumlah pejabat daerah serta unsur legislatif Kota Bandung.
Selain Kang Asmul, kegiatan ini turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, yakni Agung Firmansyah Sumantri dan Soni Daniswara, serta Muhammad Farhan.
Dalam berbagai hal, Kang Asmul menilai keberadaan layanan psikologis di puskesmas menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian serius terhadap isu kesehatan jiwa yang kini semakin penting di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
“Ini bukan sekedar program pelayanan kesehatan, namun juga wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian serius terhadap kesehatan mental masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat perkotaan saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, masalah keluarga, hingga meningkatnya kasus kecemasan sosial dan gangguan kesehatan mental pada anak maupun remaja.
Oleh karena itu, Kang Asmul menegaskan kesehatan mental harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kota Bandung.
Ia menilai keberadaan psikologi klinis di puskesmas menjadi langkah strategis untuk mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat agar lebih mudah diakses, aman, dan bebas stigma.
“Pembangunan kesehatan tidak cukup hanya pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan ketahanan mental masyarakat. Investasi terbesar sebuah kota adalah manusianya,” katanya.
DPRD Kota Bandung juga mendorong transformasi pelayanan kesehatan dari pendekatan kuratif menuju promotif dan preventif melalui penguatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan kesehatan mental sejak awal.
Kang Asmul berharap program layanan psikologi klinis tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan melalui layanan pemerataan di seluruh wilayah Kota Bandung.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, sarana pendukung, serta integrasi layanan kesehatan mental dengan sekolah, keluarga, dan komunitas masyarakat.
Selain itu, peningkatan literasi kesehatan mental dinilai sangat penting untuk menghilangkan stigma negatif terhadap masyarakat yang melakukan konsultasi psikologis.
“Kita ingin masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Konsultasi psikologis bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dipandang negatif,” ungkapnya.
Kang Asmul berharap layanan 12 psikologi klinis di puskesmas dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelayanan kesehatan mental yang lebih inklusif, mudah dijangkau, dan berkelanjutan di Kota Bandung.
Ia memastikan DPRD Kota Bandung akan terus mendukung kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, demi mewujudkan Kota Bandung yang sehat, peduli, dan humanis. *rie