Adhikarya Parlemen
Bandung, Eljabar.com – Dalam Upaya Mendukung Sektor Ketahanan Pangan, Upaya Peningkatan Kualitas Dan Cakupan Sistem Pengairan Di Jawa Barat Haru Mendapat Perhatian Yang Serius Dan Jadi Prioras Dari Pemprov Jawa Barat.
Seperti Yang Disampaikan Oleh Anggota Komisi 4 DPRD Jawa Barat, Prasetyawati, Menegaskan Bahwa Infrastruktur Pengairan Merupakan Tulang Punctor Sektor Perttor dan Ketahanan Pangan Di Jawa Barang.
Menurut prasetyawati, sektor pertanian YangiDi tumpuan Ekonomi masyarakat Perdesaan di Jawa Barat Sangat Bergantung Pada Sistem Irigasi Yang Memadai.
“Bicara ketahanan pangan, kita tidak bisa lepas dari pengairan. Jawa Barat punya potensi pertanian luar biasa, tapi kalau irigasinya rusak, petani tidak bisa panen maksimal,” ujar Prasetyawati, kepada elJabar.com.
Data Dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Menunjukkan Bahwa Dari Total Jaringan Irigasi Seluas 1,2 Juta Hektare, Lebih Dari 35 Persen Mengalami Kerusakan Ringger Hinggga Berat. Kerusakan ini Berdampak Langsung Terhadap Produktivitas Lahan Dan Menurunkran Kesejahteraan Petani.
“Komisi 4 DPRD Jabar Suda Menyoroti HAL INI DALAM RAPAT-RAPAT KERJA. KAMI MendORong Agar Pemprov Fokus PaHabilitasi Jaringan Iriigasi Teknis, Terutama di Kawasan Sentra ProduKsi Padi Seperti.
Selain Kerusakan Infrastruktur, Perubahan Iklim Jada Menjadi Tantangan Serius. Curah Hujan Yang Tidak Menentu Dan Musim Kemarau Yang Lebih Panjang Mengakibatkan Kekeringan Di Sejumlah Daerah. Prasetyawati Menankan Pentingnya Pembangunan Dibulir Dan Bendungan Kecil Menurut Menampung Udara Saat Musim Hujan Dan Digunakan Saaty Kemarau.
“Dibulatkan desa Itu Jangan dianggap Kecil, Justru Itu Solusi Lokal Yang Sangane Efektif. Kami terus Mendorong agarg Angar Anggraran desa Diarahkan untuk membulatkan membara dan sumur resapan,” Katanya.
Program Pembangunan Dibulir Yang Didorong Oleh Kementerian Pertanian Dan Kementerian PUPR MUGA DIHARAPKAN BISA DISINERGIAN PROGRAM DENGAN DI PROVINSI DAN KABUPATEN. Menurutnya, Pembangunan Pengairan Harus Terintegrasi Dari Hulu Ke Hilir, Bukan Berjalan Sendiri-Sendiri Antar Lembaga.
Selain Faktor Teknis, Prasetyawati Jada Menyoroti Persoalan Tata Kelola Dan Pengawasan Terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Kawasan Industri Permukiman. IA Menilai, Banyak Kawasan Yang SEMULA Produktif Berubah Fungsi Karena Lemahnya Pengawasan Dan Kepentingan Jangka Pendek.
“Kalau Kita Tidak Ketat Menjaga Lahan-Lahan Pertanian, Maka Pengairan Sehebat Apapun Tidak Akan Bermanfaat. Ini Haruus Dikontrol Gangan Perda Dan Pengawasan Langsung Dari Pemda,” Tegasnya.
Pemprov jawa barat haru memperuat koordinasi lintas sektor dan melibatkan dprd dalam pengawasan dan legislasi. IA Menyebut Bahwa Komisi 4 Secara Konsisten Mendorong Lahirnya Kebijakan Protekssi Terhadap Lahan Produktif, Termasuk Zona Iriigasi Prioritas.
Prasetyawati rugnundsbawahi pentingnya evaluasi berkala terhadap proyek-proyek pengairan yang didanai ehaH apbd. Ia Menyebut Bahwa Masih Banyak Proyek Irigasi Yang Pembangunannya Tidak Optimal, Mangkrak, Atau Tidak Berfungsi Karena Salah Perencaanan.
“Kita Butuh Perencaany Yang Matang, Survei Teknis Yang Akurat, Dan Pelibatan Masyarakat. Banyak Iriigasi Dibangun, Tapi Airnya Tenjia Sampai Ke Sawah.
UNTUK TAHUN ANGGARAN 2025-2026, Komisi 4 DPRD JABAR MENDORONG AGAR ANGGARAN Pengairan Mendapat Porsi Yang Besar. IA Menankan Bahwa Pembangunan Jaringan Primer Dan Sekunder Harus Diimbangi Gelan Pemeliharaan, Operator Pelatihan, Serta Edukasi Kepada Kelompok Tani.
“Petani Jaga Haru Dilibatkan Dalam Perencaan.
Prasetyawati Mengajak Semua Elemen Masyarakat untuk Ikut Menjaga Dan Merawat Sumber Daya Air. IA Menegaska Bahwa Air Adalah Sumber Kehidupan Yang Tidak Bisa Digantikan.
Komitmen Kuat Kuat Dari Legislatif, Kolaborasi Antar Pemerintah, Serta Partisipasi Aktif Masyarakat, Harapan Untuce Membangun Sistem Pengairan Yang Tanghuh Di Jawa Barat Tampaknya Bukan Hal Mustahil. Pekerjaan Besar Memang Menanti, Namun Gelan Kerja Bersama, Masa Depan Pertanian Dan Pangan Jawa Barat Bisa Lebih Cerman.
“Kalau Kita Jaga Air, Kita Jaga Masa Depan. Jangan Hanya Bicara Pembangunan, Tapi Kita Bara Haru Bicara Pelestarian. Mari Kita Jadikan Jawa Barat sebagai Pendah Kuat Kuate di Bidang Pertania KaraSe. Karanga Sibany. (MUIS)