SUKABUMI, eljabar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, merencanakan pemeliharaan terhadap 10 ruas jalan pada tahun ini. Namun pelaksanaannya masih menunggu perubahan sebagian anggaran setelah menurunnya Transfer Keuangan Pusat ke Daerah (TKD).
Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengatakan, sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas di antaranya Jalan Ciaul Pasir, Jalan Merbabu, Jalan Cicadas, dan Jalan Subang Jaya.
“Pemeliharaan seluruh jalan tersebut yang dimaksudkan dapat dilaksanakan setelah adanya perubahan anggaran parsial. Saat ini kami masih menunggu masukan anggaran tambahan,” ujar Sony, kepada media usai persemian Gedung Dekranasda Kota Sukabumi, Selasa (10/02/2026) lalu.
Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini turut berdampak pada penurunan transfer keuangan dari pemerintah pusat, sehingga mempengaruhi sejumlah program infrastruktur.
“Untuk Kota Sukabumi, saya kira sama dengan daerah lain, kami masih menunggu kepastian anggaran karena adanya penurunan TKD. Ini tentu berpengaruh terhadap percepatan pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.
Khusus untuk Jalan Merbabu, Sony mengungkapkan bahwa ruas-ruas sebelumnya yang direncanakan akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun hingga kini belum ada kejelasan realisasinya.
“Jalan Merbabu sebelumnya direncanakan akan diintervensi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi sampai hari ini belum ada kejelasan. Oleh karena itu, kami akan melakukan penanganan sementara sambil menunggu tindak lanjut dari provinsi,” katanya.
Lebih lanjut ia menuturkan, Pemkot Sukabumi tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Wali kota saat ini terus mendorong optimalisasi PAD. Tahun lalu terjadi peningkatan, dan tahun ini kami diperkirakan ada penambahan signifikan agar ketergantungan terhadap transfer pusat dapat dikurangi dan program pembangunan tetap berjalan,” ungkapnya.
Berdasarkan pengukuran terakhir, tingkat kemantapan jalan di Kota Sukabumi berada di angka 86,67 persen. Meski demikian, kondisi tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah akibat faktor cuaca.
“Tingkat kemantapan jalan ini dinamis. Cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas tinggi sangat mempengaruhi kualitas jalan. Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Sukabumi, tetapi juga di daerah lain,” tutupnya. (Anne)