SUKABUMI, eljabar.com — Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, SE, MM menegaskan, anggaran menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Seluruh perangkat daerah diminta memahami sumber anggaran, tata kelola, serta pemanfaatannya secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
“Negara ini basisnya adalah anggaran. Semua harus paham dari mana anggaran berasal, bagaimana pengelolaannya, dan untuk apa yang digunakan. Anggaran harus dicari dan dioptimalkan,” tegas Ayep, saat membuka Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027 Dinas Perhubungan (Dishub), di Ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi, Senin (09/02/2026).
Forum yang digelar Dishub Kota Sukabumi tersebut, mengusung tema Transformasi Ekonomi Melalui Penguatan Sumber Daya Manusia, Ekonomi Kreatif, dan Layanan Publik Digital. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dishub Kota Sukabumi Iskandar serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Ayep menyampaikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun 2026 sebesar Rp1,175 triliun akan terus diupayakan meningkat menjadi Rp1,4 triliun, bahkan ditargetkan mencapai Rp1,5 triliun dalam jangka menengah. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp650 miliar.
Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh perangkat daerah dalam menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan.
“Peningkatan anggaran harus dibangun dengan komitmen bersama, dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” ujarnya.
Yap juga, menyoroti pentingnya penegakan hukum yang jujur dan amanah dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah. Menurutnya, tata kelola yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas fiskal dan kualitas pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep mengungkapkan, masih terdapat sekitar 8.900 keluarga di Kota Sukabumi yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan pangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan kemiskinan, kemiskinan, dan stunting melalui penguatan fiskal daerah.
Hingga Februari 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi tercatat meningkat sebesar 16 persen. Berdasarkan data keuangan daerah, realisasi PAD per Februari 2026 mencapai Rp43,183 miliar, sedangkan Transfer Daerah terealisasi sebesar Rp99,8 miliar.
Tak lupa, Ayep menegaskan peran strategis Dishub dalam mendukung peningkatan PAD dan APBD, khususnya melalui penguatan sektor transportasi dan layanan publik.
“Sektor tersebut, memberikan kontribusi penting dalam mewujudkan Kota Sukabumi menjadi kota yang ramah dikunjungi, kota tujuan, dan kota singgah,” tutupnya. (Anne)