BANDUNG, eljabar.com – Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) menggaungkan gerakan nasional untuk memulihkan citra profesi sales yang selama ini sering dipandang sebelah mata. Semangat tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Savoy Homann, Bandung, Senin (10/11/2025), sekaligus menandai dimulainya Rakernas dan Bandung Sales Training Summit 2025.
Pendiri KOMISI, Dedy Budiman, M.Pd., menyoroti paradoks di dunia penjualan. “Banyak orang sukses yang berawal dari profesi ini, tapi justru enggan mengakuinya. Mereka lebih nyaman menyebut dirinya sebagai kontraktor atau manajer area. Padahal, profesi sales punya kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian,” ungkap Dedy.
Pembina KOMISI, James Gwee, menambahkan bahwa profesi sales memiliki peran penting dalam dunia ketenagakerjaan nasional. “Lapangan kerja paling banyak berasal dari bidang penjualan. Ini pekerjaan nyata yang bisa langsung menjembatani kebutuhan tenaga kerja tanpa harus menunggu penciptaan industri baru,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi sales tidak menuntut gelar tinggi, tetapi menuntut mental yang kuat, kemampuan komunikasi, dan kemauan belajar. “Banyak pengusaha besar yang kariernya dimulai dari penjualan,” tambahnya.
Bangun Citra Baru Lewat Pendidikan dan Etika
KOMISI kini fokus pada pendidikan dan etika untuk mengubah stigma negatif yang melekat. “Kami hadir di sekolah dan SMK, menjangkau jutaan siswa bidang pemasaran. Kami sedang menyusun kurikulum profesional penjualan yang akan diterapkan di 100 SMK di 30 provinsi,” kata Dedy Budiman.
Sementara itu, Ketua Umum KOMISI, Indra Hadiwijaya, menekankan pentingnya pembentukan kode etik profesi. “Masih banyak anggapan bahwa penjualan itu hanya bermulut manis atau menghilang setelah transaksi. Kami ingin mengubah penayangan itu melalui standar etika agar profesi ini kembali dihargai,” ujarnya.
Hadapi Era AI dengan Adaptasi
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi tantangan baru bagi penjualan dunia. James Gwee mengingatkan, “AI bisa menggantikan penjualan yang tidak beradaptasi.Tetapi jika dimanfaatkan dengan bijak, AI justru akan memperkuat kemampuan mereka.”
Penjualan yang Bermartabat dan Berdaya Saing
Melalui Bandung Sales Training Summit 2025 bertema “BE STRONG OR BE WRONG: LEADING SALES IN THE NEW REALITY!”, KOMISI mengajak para pelaku sales untuk memperkuat mental dan kebanggaan pada profesinya.
“Banyak sales berprestasi kini menjadi pimpinan cabang dengan aset besar. Ini bukti bahwa profesi sales adalah pilar ekonomi yang nyata,” ujar Indra Hadiwijaya.
Gerakan KOMISI bukan sekedar kampanye citra, namun upaya membangun mental revolusi: menegakkan profesi sales sebagai pekerjaan yang produktif, profesional, dan berperan penting dalam kemandirian ekonomi bangsa.** (Reni)