CIAMIS,eljabar.com — Tak semua pahlawan datang dengan sorotan kamera. Sebagian memilih mengetuk pintu rumah-rumah sederhana, membawa sembako, bantuan tunai, dan secercah harapan bagi keluarga warga binaan yang terlupakan. Itulah yang dilakukan Lapas Kelas IIB Ciamis melalui Gerakan Memuliakan Masyarakat Indonesia yang kini mendapat penghargaan tingkat nasional.
Melalui program bantuan sosial bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang kurang mampu, Lapas Ciamis membuktikan bahwa nilai kemanusiaan tidak berhenti di balik jeruji besi.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, A.Md.IP., SH, MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, serta Kantor Wilayah yang mendorong jajaran pemasyarakatan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
“Sebagai manusia, kita harus saling membantu dan berbagi. Program bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian kami kepada keluarga warga binaan yang kurang mampu,” ujar Supriyanto.
Menurutnya, tugas masyarakat tidak hanya membina warga binaan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, bantuan sosial tidak hanya diberikan kepada keluarga warga binaan, tetapi juga kepada panti asuhan, masyarakat kurang mampu, hingga dukungan terhadap sarana ibadah di sekitar Lapas.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), James P. Tampubolon, mengungkapkan bahwa gerakan sosial tersebut lahir dari kegelisahan sederhana: bagaimana menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, khususnya keluarga warga binaan yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Kami melihat masih banyak keluarga warga binaan yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka layak mendapatkan perhatian dan bantuan. Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan aksi nyata yang dapat meringankan beban mereka,” katanya.
James menuturkan, gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kalapas Ciamis. Bahkan, Supriyanto terus mendorong seluruh jajaran untuk mewujudkan kepedulian sosial sebagai budaya kerja yang tidak boleh berhenti.
“Pak Kalapas selalu berpesan agar kami tidak pernah lelah berbuat baik kepada siapa pun. Karena kita tidak pernah tahu perbuatan baik mana yang akan menjadi jalan keselamatan bagi kita.
Beliau juga meyakini doa-doa dari masyarakat yang dibantu akan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ungkap James.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai yang disalurkan langsung kepada keluarga warga binaan yang benar-benar membutuhkan.
Program tersebut menjadi bagian dari Gerakan Memuliakan Masyarakat Indonesia, sebuah aksi sosial yang akan dijalankan secara rutin oleh Lapas Ciamis.
Program itu juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-13 mengenai pelayanan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis pemasyarakatan.
Menariknya, seluruh anggaran bantuan sosial tersebut berasal dari keuntungan koperasi yang dikelola di dalam Lapas dan secara khusus disisihkan untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan.
Komitmen sosial yang dijalankan Lapas Ciamis rupanya mendapat perhatian luas. Dewan Pembina Pengurus Pusat Yayasan Bakti Anak Negeri (YBAN) sekaligus pengurus Satuan Kerja Kesejahteraan Prajurit (SKKP), Brigjen TNI (Purn) H. Rubiono Prawiro, menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada jajaran Lapas Ciamis.
“Saya bangga dan salut kepada Kalapas Ciamis, Bapak Supriyanto.
Program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan menunjukkan bahwa fungsi masyarakat dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Yayasan Bakti Anak Negeri akan menganugerahkan Penghargaan Bakti Untuk Indonesia kepada Supriyanto.
Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memuliakan dan membantu sesama anak bangsa.
Tak hanya bantuan itu, YBAN juga akan menyumbangkan sebesar Rp10 juta untuk mendukung keinginan program kepedulian sosial yang dijalankan Lapas Ciamis.
Penyerahan penghargaan dan bantuan berlangsung pada tanggal 16 Juni 2026 pukul 10.00 WIB di Lapas Kelas IIB Ciamis. Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Brigjen TNI (Purn) H. Rubiono Prawiro mewakili Ketua Dewan Pembina Yayasan Bakti Anak Negeri, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung, SIP
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, langkah Lapas Ciamis menjadi bukti bahwa masyarakat tidak sekadar menjalankan fungsi pelatihan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan kemanusiaan. Dari balik jeruji, tumbuhlah semangat untuk memuliakan sesama dan menguatkan mereka yang paling membutuhkan perhatian.